Ini Dua Hewan Buas Pertanda Kiamat Segera Tiba

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Kabar tentang terjadinya hari kiamat sudah tertulis dalam Alquran dan hadits, dengan berbagai tanda-tanda yang dijelaskan. Salah satunya disebutkan sebelum hari akhir itu datang akan ada beberapa mahluk yang muncul.

Setidaknya ada dua mahluk yang sering dikategorikan sebagai ‘hewan buas’ kemungkinan bakal muncul sebelum kiamat datang. Keduanya adalah:

1. Dabbat Al-Ard
Diartikan binatang buas (monster) yang muncul dari perut bumi. Bentuknya seperti binatang melata dan disebut akan keluar di kota Mekkah dekat gunung Shafa.
Tongkat tersebut dikisahkan akan digunakan memukul orang-orang kafir, sedangkan cincin untuk mengusap wajah orang beriman.

Dabbat Al-Ard digambarkan memiliki kepala kerbau, mata babi, telinga gajah, tanduk seperti rusa jantan, leher seperti burung unta, dada seperti singa, berwarna seperti harimau, memiliki panggul seperti kucing, berekor biri-biri dan memiliki kaki seperti unta.

2. Burung Anqa
Dalam mitologi Islam, burung anqa digambarkan seperti perpaduan burung simurgh dari Persia dan phoenix, legenda Mesir kuno. Dikisahkan burung itu memiliki tubuh yang besar, lehernya seperti leher unta, memiliki empat sayap dengan ukuran besar dan kecil. ,

Saat terbang sayap Anqa sanggup menutupi matahari seperti awan, dan cakar kuatnya disebut mampu membawa seekor gajah. Menurut kisah, burung itu tinggal di sebuah gunung tinggi yang bernama Gunung Falaj.

Bagaimana, apakah kamu pernah menemui keduanya atau salah satunya?(Nita Khairani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini