Gak Nyangka! Sintya Marisca Si Goyang Koplo Ini Ternyata Doyan Dangdutan

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Sintya Marisca kini tengah hangat diperbincang para sobat ambyar. Pasalnya, videonya yang tengah berjoged koplo di salah satu festival musik di Jakarta mendadak viral.

Gadis berusia 20 tahun ini terlihat enjoy menikmati lagu miliki Reza Artamevia berjudul ‘Berharap Tak Berpisah’ sambil bergoyang koplo khas sobat ambyar. Kelincahannya dalam bergoyang ternyata bukan tanpa alasan.

Sintya diketahui kerap mengikuti dangdutan saat sanak keluarganya ada yang menikah.

” Aku tuh kalo ada keluarga yang nikahan pasti ikut dangdutan,” ujarnya dalam wawancara bersama Mata Indonesia News/Minews.id, Selasa 5 November 2019.

Sintya pun mengaku kerap mendengarkan musik koplo bahkan saat sedang berkendara. Menurutnya, musik koplo adalah musik yang pasti disukai rakyat Indonesia.

”Semuanya tuh pasti suka lagu-lagu koplo, tapi pada gengsi aja,” ujarnya.

Usai videonya booming di sosial media, Sintya mengaku tak keberatan jika masyarakat jadi sering menegurnya ketika ia di jalan. Gadis yang juga bermain di serial FTV ini mengungkapkan tak menutup kemungkinan jika ia membuat video-video berjoged di lain hari.

”Mungkin bakal bikin lagi, tapi nggak melulu goyang koplo karena takutnya monoton. Bisa jadi goyang yang genre lain,” kata Sintya. (Annastasya Rizqa/RyV)

 

 

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini