Bahkan, Seorang Miliarder Seperti Bill Gates Juga Pernah Nakal!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Siapa yang tak kenal dengan William Henry Bill Gates? Jika membicarakannya pasti yang pertama terbesit adalah pendiri Microsoft Office sekaligus orang nomor dua terkaya di dunia.

Keahliannya dalam bidang teknologi pun tak diragukan lagi mengingat software yang ia buat kini menjadi penunjang kehidupan manusia sehari-hari.

Namun, Bill Gates tetaplah manusia. Di balik kesuksesannya ini, ia pun pernah menjadi anak-anak dan melakukan hal-hal ‘nakal’. Berikut sederet kisah kenakalan sang bos Microsoft semasa muda.

1. Bertengkar dengan Sang Ibu

Bill Gates sangat gemar membaca buku-buku ensiklopedia. Namun siapa sangka, hobinya ini membuat sang ibu khawatir dan mulai sering mengontrolnya. Hal tersebut cukup mengganggu Bill Gates hingga akhirnya ia bertengkar dengan sang ibu karena terlalu sering mengawasinya membaca buku.

2. Menjadi Tahanan Polisi

Tak banyak yang tahu jika sosok sejenius Bill Gates ternyata pernah tersandug kasus dan menjadi tahanan polisi. Pada tahun 1977, ia ditahan di New Mexico, Amerika Serikat atas kesalahannya mengemudi tanpa surat izin (SIM) dan melanggar lampu merah.

3. Pernah Dilempar Botol oleh Sang Ayah

Pertengkaran dirinya dengan sang ibu ternyata berlanjut di meja makan kala usianya masih 12 tahun. Ia sempat melontarkan kalimat kasar pada sang ibu dan membuat ayahnya Henry Gates marah dan melempar botol ke wajahnya.

4. Keluar dari Kampus

Asyik mendalami hal-hal tetang komputer membuat Bill Gates memutuskan untuk keluar dari kampusnya di Harvard University. Meski dirasa berat, keputusan tersebut pun didukung kedua orang tuanya.

5. Manipulasi Software Sekolah

Kecerdasannya mengutak-atik komputer membut pria kelahiran 28 Oktober 1955 ini dipercaya oleh pihak sekolahnya di Lakeside School untuk membuat software penjadwalan sekolah. Dengan otak ‘nakal’-nya, Bill gates menambahkan software tersebut dengan sebuah algoritma khusus supaya dia tidak memiliki kelas pada hari Jumat dan kelas yang diikuti mayoritas berisi perempuan.

Itulah segelintir memori tentang ‘kenakalan’ Bill Gates di masa mudanya. Hal tersebut pun membuktikan bahwa maestro sejenius dirinya pun memiliki masa lalu dan kenakalan yang tak akan terpikirkan oleh orang lain. (Annastasya Rizqa/RyV)

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini