Anglo-Saxon, dari Sinilah Awal Mula Kerajaan Inggris

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Meninggalnya Ratu Elizabeth II yang menjadi pemimpin Kerajaan Inggris menjadi bahan pembicaraan di seluruh dunia. Ratu meninggal dunia di usia 96 tahun, setelah 70 tahun lamanya menduduki takhta Kerajaan Inggris, sejak 1952.

Takhta berlanjut ke Pangeran Charles III, putra tertua yang kini menjadi raja baru Kerajaan Inggris.

Sebenarnya sejak kapan kerajaan Inggris yang menguasai Inggris, Irlandia Utara, Wales dan Skotlandia ini terbentuk?

Semuanya berawal dari peradaban Anglo-Saxon pada awal abad ke-10. Kerajaan ini terbentuk dari penyatuan tujuh kerajaan di tanah britania yaitu

  • Wessex
  • East Anglia
  • Mercia
  • Northumbria
  • Essex
  • Kent
  • Sussex.

Pemimpin kerajaan Wessex Athelstan (924-939) menyatukan tujuh kerajaan menjadi satu kerajaan saja. Meski sebenarnya jauh sebelum Athelstan, para raja-raja terdahulu juga berhasil menyatukan sebagian dari kerajaan-kerajaan tersebut. Pemimpin Kerajaan Wessex pertama adalah Raja Egbert (802-839) yang menjadi raja pertama kerajaan ini.

Setelah Egbert meninggal, anaknya, Aethelwulf menggantikan posisinya pada tahun 839, Aethelbald pada 856, Ethelbert pada 860, Aethelred I pada 865, Alfred the Great pada 871 hingga Edward pada tahun 899.

Athelstan adalah putra dari Edward. Ia menjadi raja di tahun 925. Athelstan mengambil alih wilayah Northumbria, dan menjadi raja pertama yang memiliki kekuasaan langsung di seluruh Inggris.

Kent

Sebelum munculnya kerajaan-kerajaan, wilayah ini hanya dikuasai oleh para kepala suku. Di abad ke-5 masehi, suku Jermanik yang berasal dari daratan Eropa bermigrasi ke pulau Inggris. Mereka menetap dan kemudian mendirikan kampung-kampung yang akhirnya berkembang menjadi kerajaan.

  • Kerajaan pertama adalah Kent. Pendirinya adalah dua orang Yuti bernama Hengest dan Horsa. Lokasi Kent di selatan Inggris membuat wilayahnya makmur karena terletak di rute perdagangan. Tak heran kerajaan ini kaya raya dan bahkan menjadi kerajaan yang kuat dan berjaya.
  • Setelah itu bermunculan kerajaan-kerajaan kecil dengan pemimpinnya seorang kepala suku. Salah satunya adalah Kerajaan Mercia. Kerajaan ini mengempur Kent dan mengambil semua wilayahnya.
  • Kerajaan kedua yang muncul tak lama setelah Kent adalah Essex. Mereka berasal dari suku bangsa Saxon. Kerajaan ini terletak antara Stour di utara dan Thames di selatan di mana terletak kota London sekarang.  Sayangnya dalam perjalanan sejarahnya Essex menjadi rebutan kerajaan-kerajaan tetangganya. Karena wilayahnya yang strategis sehingga usia kerajaan ini tak bertahan lama. Di kerajaan ini, agama Kristen sangat cepat menyebar menggantikan agama pagan. Namun, kerajaan ini runtuh ketika Wessex menyerbu wilayah ini.
  • Lalu, ada Sussex. Kerajaan ini juga terdiri dari orang-orang Jermanik. Sussex dikenal dengan kebudayaan dan kulturnya yang bagus. Kepercayaan agama pagan mereka kuat dan sangat memengaruhi kebudayaan Inggris di masa depan. Agama Kristen baru bisa masuk ke wilayah ini setelah Wessex menghancurkan kerajaan ini.
  • Kerajaan lainnya adalah Northumbria. Sebenarnya kerajaan ini gabungan dari dua suku yaitu Bernicia dan Deira (604 M). Kerajaan ini terkenal karena punya literasi yang kuat dan banyak menghasilkan karya seni. Sayangnya terlalu banyak konflik internal antar para pemimpinnya. Beberapa raja di kerajaan ini terbunuh karena duel malah ada yang memilih jadi biarawan.  Northumbria runtuh ketika Suku Vikings masuk dan menjajah mereka sampai abad ke 10. Setelah itu Wessex mengambil alih kekuasaan mereka.
  • Ada juga Kerajaan East Anglia. Warganya terkenal kaya raya. Bagaimana tidak? Mereka punya banyak emas dan metal sehingga wilayahnya sangat maju. Saat Kristen masuk, mereka memadukannya dengan agama pagan yang mereka anut. Namun lagi-lagi, kerajaan ini takluk oleh Wessex.
  • Pesaing kerajaan Wessex adalah Kerajaan Mercia. Kerajaan ini senang melakukan invasi ke wilayah lain. Raja-raja mereka bukan berasal dari turun temurun tapi berasal dari pemilihan rakyat yang demokratis. Masuk abad ke-8, saat Agama Kristen masuk wilayah ini, kerajaan ini mulai goyah. Apalagi setelah suku Viking menyerbu wilayah ini dan memorak-morandakan kerajaan ini. Barulah setelah itu muncul Kerajaan Wessex yang berhasil mengusir suku viking dan akhirnya menyatukan seluruh Inggris.
  • Kerajaan Wessex baru mulai kuat di abad-9. Sebenarnya, dibandingkan yang lain, Wessex baru kuat pada abad ke 9. Selama bertahun-tahun Kerajaan ini sibuk berseteru dengan Kerajaan Mercia. Barulah muncul seorang raja bernama Alfred yang mendapat julukan Alfred The Great yang berhasil membuat kerajaan ini menjadi besar dan hebat secara militer.

Setelah Alfred wafat, Wessex terus berkembang dan wilayahnya bertambah luas. Perkembangan Wessex ini membuat kesempatan untuk menyatukan Inggris secara politik semakin besar. Penyatuan ini pada akhirnya berhasil dilakukan oleh Athelstan, cucu dari Alfred pada tahun 953.

Alfred The Great
Alfred The Great

Namun kekuasaan Wessex pun tak berlangsung lama. Dari Normandia (dataran Eropa, Prancis) munculah seorang bernama William. Ia berhasil menaklukkan Wexxex pada tahun 1066. Bangsa Normandia ini berasal dari Skandinavia dan telah menetap di Norman (Prancis Utara) pada akhir abad ke-9 dan awal abad ke-10. Penaklukan ini menyebabkan jatuhnya periode budaya berbahasa Inggris dan digantikan oleh aristokrasi baru yang berbahasa Prancis. Perubahan ini pada akhirnya memiliki efek yang mendalam dan permanen terhadap perkembangan bahasa Inggris kedepannya.

Penulis: Deandra Alika Hefandia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Papua

Oleh: Yulianus Wenda*Papua saat ini tengah memasuki babak baru pembangunan yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun pengembangan sumber daya manusia, menunjukkankomitmen kuat negara dalam menghadirkan kemajuan yang merata hingga kewilayah paling timur Indonesia. Dalam konteks tersebut, stabilitas keamananmenjadi faktor yang sangat penting karena menjadi fondasi utama bagikeberlangsungan dan keberhasilan seluruh agenda pembangunan di Tanah Papua.Keamanan yang kondusif bukan sekadar menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi prasyarat bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi, meningkatnyapelayanan publik, serta berkembangnya investasi yang mampu membuka lapangankerja baru. Ketika situasi daerah aman dan damai, masyarakat dapat menjalankanaktivitas sehari-hari dengan tenang, mulai dari berkebun, melaut, berdagang, hinggamenyelenggarakan kegiatan pendidikan dan sosial kemasyarakatan.Pemerintah saat ini terus mendorong pembangunan Papua melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisiksemata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, lingkungan hidup, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Pendekatan tersebut merupakanlangkah strategis yang mencerminkan semangat pembangunan yang berkeadilandan berkelanjutan.Tokoh perempuan adat Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, menilaibahwa pembangunan yang dilaksanakan di Papua harus dipahami sebagai upayabersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjagakelestarian lingkungan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat dalam setiaptahapan pembangunan merupakan kunci penting untuk memastikan bahwa manfaatpembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Papua tidak harusdipandang sebagai proses yang terpisah dari nilai-nilai adat dan kelestarian alam. Sebaliknya, pembangunan dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal sehinggamampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutanlingkungan. Pendekatan semacam ini menjadi modal penting dalam memperkuatkepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang tengahdilaksanakan pemerintah.Stabilitas keamanan juga memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperluas akses masyarakatterhadap layanan dasar. Keberhasilan program-program tersebut tentu sangat ditentukan oleh terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.Kepala Suku...
- Advertisement -

Baca berita yang ini