6 Ratu Jin Ini Siap Bantu TNI Gempur Pasukan Cina di Natuna, Ada Nyi Roro Kidul

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hubungan bilateral Indonesia-Cina masih memanas akibat saling klaim perairan Natuna. Di tambah Coast Guard Cina menolak diusir Kapal Perang Indonesia (KRI) dari wilayah yang masuk Laut Cina Selatan tersebut.

Jika terjadi perang di laut, banyak yang mengkhawatirkan kekuatan Indonesia yang kalah jauh dengan armada militer laut Cina. Apalagi dari segi anggaran saja, Indonesia masih ‘pelit’ dengan merogoh kocek APBN Rp 107,7 triliun saja. Sementara Cina sudah jor-joran anggaran militernya mencapai Rp 3.500 triliun.

Eits jangan pesimis dulu gaes! Mari kita mencoba berhalu-ria agar Indonesia menang mempertahankan kedaulatan NKRI di perairan Natuna. Pokoknya harus menang, entah gimana caranya, tak terkecuali mengerahkan pasukan cadangan ‘gaib’ atau makhluk astral penjaga laut Indonesia selain kekuatan militer TNI.

Sebab sudah saatnya kita meminta pasukan gaib yang melegenda di Indonesia untuk memberikan kontribusinya jika terjadi pertempuran melawan Cina nantinya. Emang bisa?Harus bisa, kita paksa aja.

Tapi kalau mereka gak mau gimana?Yya kita minta Ki Gendeng Pamungkas, Mbah Marijan dengan kekuatan klenik mereka atau Satpol PP untuk gusur lapak mereka. Toh selama ini kita gak kenakan tarif beban sewa tempat dan maintenance kan ke para pimpinan makhluk gaib di laut Indonesia.

Lalu siapa saja makhluk astral penjaga laut Indonesia yang bisa dikerahkan saat melawan militer Cina?

1. Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan

Legenda Nyi Roro Kidul dikenal menjadi penguasa Laut Selatan Jawa. Konon di masa lalu, Nyi Roro Kidul ini sering bekerja sama dengan para raja-raja Jawa. So, di era milenial saat ini alangkah baiknya Ratu Pantai Selatan ini bisa membantu Presiden Joko Widodo mengusir armada laut militer Cina.

2. Raja Jin Masalembo

Masalembo dikenal sebagai segitiga bermuda versi yang ada di Indonesia. Di tempat ini banyak terjadi kecelakaan kapal dan juga pesawat udara, di antaranya seperti tenggelamnya kapal Senopati Nusantara tahun 2006, KM Sumber Awal tahun 2007, KM Teratai Prima 2009, dan juga pesawat Adam Air yang jatuh di sana pada tahun 2007.

Beredar kabar bahwa di Segitiga Masalembo terdapat Raja Jin yang kerap muncul saat badai datang. Warga yang berada di lautan sekitar Masalembo mempercayai keberadaan Raja Jin mengerikan di sana. Untuk dapat selamat dari Masalembo diperlukan semacam persembahan atau kambing hitam bagi para makhluk gaib.

Dengan kekuatan badai dan memodifikasi palung laut, kontribusi Raja Jin Masalembo beserta pasukan kerajaannya sangat dibutuhkan untuk bertempur melawan Cina.

3. Nyi Blorong

Nyi blorong merupakan sosok mistis yang cukup disegani. Ia merupakan pemimpin pasukan dari Nyi Roro Kidul dengan sosok setengah wanita dan setengah ular.

Kesaktiannya banyak membuat orang-orang pada masa lalu mencari pesugihan kepadanya. Tentu kekuatan Nyi Blorong bisa digunakan untuk meminta dana tambahan anggaran militer tanpa harus mengeruk APBN, khususnya di kondisi saat ini.

4. Ratu Laut Utara Dewi Lanjar

Nyi Rantam Sari merupakan saudara Nyi Roro Kidul kemudian memimpin pantai Utara Jawa dan dikenal juga dengan julukan Dewi Lanjar. Ia kerap dikaitkan dengan berbagai peristiwa-peristiwa misterius di pantai Utara.

5. Ratu Gaib Negeri Paloh

Mitos Kerajaan Gaib Negeri Paloh merupakan kisah yang berasal dari daerah Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Di tempat ini dipercaya terdapat sebuah kerajaan gaib yang sangat besar.

Makhluk astral penghuni kerajaan gaib ini pun sering menculik orang-orang penduduk sekitar. Nah, bisa kali Raja Gaib Negeri Paloh culik pasukan Cina di Natuna.

6.Ratu Junjung Buih

Ratu Jujung Buih
Ratu Jujung Buih50

Ratu satu ini memiliki kekuasaan di Selat Karimata. Sangat cocok untuk pasukan pertama yang menyerbu pasukan Cina di Natuna.

Singkat cerita, dahulu di kerajaan Amuntai di kalimantan yang dipimpin oleh 2 saudara, yaitu Patma Raga yang bertindak sebagai Raja Tertua, dan Sukma Raga sebagai Raja muda.

Sang Raja tua kemudian melakukan pertapaan untuk meminta keturunan dan kemudian saat beranjak pulang, ia menemukan seorang anak yang terapung di lautan. Bayi tersebut bisa bicara dan meminta ditenunkan selembar kain, serta sehelai selimut yang harus diselesaikan dalam waktu setengah hari.

Ia juga meminta untuk dijemput dengan 40 orang wanita cantik. Setelah menyanggupinya, raja memberinya nama Junjung buih yang berarti puteri yang ditemukan dalam buih raksasa.

6 KOMENTAR

  1. Ati2 min. Dunia nyata udah modern. Siapa tahu dunia gaib juga bisa. Klo mereka bisa akses internet terus kebetulan baca postingan u nanti kan bisa berabe????

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini