Tindakan KSTP Sudah Melenceng dari Pancasila dan HAM Internasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kelakuan Kelompok Separatis dan Teroris Papua (KSTP) telah banyak meresahkan masyarakat Papua. Beberapa bulan terakhir ini, KSTP diketahui membunuh beberapa warga sipil dan membakar fasilitas publik seperti sekolah maupun bandara.

Hal ini mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto. Ia menilai ulah KSTP sudah berada jauh dari koridor demokrasi. Bahkan dianggap telah bertentangan dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hari pun berharap agar TNI-Polri perlu mengambil langkah yang tegas agar keamanan dan perdamaian di Papua tetap terjaga.

“TNI-Polri perlu mengambil tindakan tegas di lapangan, jika menemukan KSTP yang melawan dengan senjata maupun menyakiti masyarakat Papua. Apalagi tindakan KSTP sudah di luar nilai Pancasila dan HAM Internasional,” ujarnya kepada Mata Indonesia, Rabu 23 Juni 2021.

Selain itu, ia juga menyarankan agar pemerintah Indonesia selalu berupaya untuk memperhatikan nasib Orang Asli Papua (OAP) saat ini. Hal ini bertujuan agar bisa meningkatkan rasa percaya masyarakat Papua terhadap pemerintah Indonesia.

Pemerintah diharapkan terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Bumi Cenderawasih melalui pengembangan di bidang pendidikan, ekonomi, pariwisat dan kebudayaan.

“Langkah pemerintah adalah menjawab kebutuhan masyarakat Papua saat ini. Sekaligus menjadi jawaban bagi permasalahan yang belum terjawab oleh pemerintah sebelumnya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini