TNI Polri Diminta Tindak Tegas KST Papua yang Bunuh Masyarakat Kecil

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kelakuan Kelompok Separatis dan Teroris Papua (KSTP) sejauh ini telah bertentangan dengan HAM dan melawan hukum yang berlaku di NKRI. Hal ini dibenarkan oleh pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta.

Ia mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh KSTP sudah sangat keterlaluan dan meresahkan masyarakat. Beberapa bulan terakhir ini, KSTP diketahui membunuh beberapa warga sipil dan membakar fasilitas publik seperti sekolah maupun bandara.

Stanislaus pun berharap agar aparat keamanan selalu hadir dan melindungi masyarakat. “Aparat harus tegas terhadap tindakan KSTP yang mengancam masyarakat. Perilaku tersebut tidak bisa dibiarkan,” ujarnya saat dihubungi Mata Indonesia, Rabu 23 Juni 2021.

Stanislaus menambahkan bahwa perlu ada pendekatan hukum bagi pihak yang menolak untuk melakukan dialog damai dan tetap melakukan kekerasan. Menurutnya, ulah KSTP yang mengakibatkan masyarakat jadi korban harus dilakukan penegakan hukum.

“Tidak boleh ada satu pihak pun yang mengancam masyarakat dan TNI Polri harus hadir untuk melindungi masyrakat dan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok yang mengganggu masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar ada pendekatan dialog kepada masyarakat untuk diajak bersama-sama membangun Papua. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ketika dialog ini intens dan masyarakat merasakan kehadiran negara, maka masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh kelompok separatis,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini