Ternyata, Senjata Pembunuh Jenderal yang Dipakai PKI Ada di PUBG

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Film Pengkhianatan G 30 S PKI kini kembali diputar dibeberapa stasiun TV tanah air. Dalam film tersebut menceritakan pemberontakan yang terjadi dan bagaimana PKI itu melakukan pembunuhan kepada tujuh jenderal.  

Tujuh Jenderal itu yakni Ahmad Yani, Jend. Anumerta, Donald Ifak Panjaitan, Mayjen. Anumerta, M.T. Haryono, Letjen. Anumerta, Piere Tendean, Kapten CZI Anumerta, Siswono Parman, Letjen. Anumerta, Suprapto, Letjen. Anumerta, Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen. Anumerta. Saat ini mereka diberi gelar pahlawan revolusi.

Para korban disiksa secara keji di sebuah kawasan bernama Lubang Buaya, lalu dimasukkan dalam sumur tua dan ditimbun untuk menghilangkan jejak. Sangat seram memang apa yang terjadi, namun tahukah kalian, ternyata senjata-senjata itu digunakan dalam permainan game online yang lagi ngetrend saat ini PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Penasaran, senjata apa saja yang digunakan mereka?

1. Simonov SKS

SKS, singkatan dari Samozaryadnyi Karabin sistemi Simonova yang merupakan bahasa Rusia, adalah Karabin semi otomatis Rusia yang dirancang pada tahun 1945 oleh Sergei Gavrilovich Simonov.

Senapan ini direncanakan bersama AK-47 menjadi senapan standar baru untuk Uni Soviet mengantikan senapan Mosin-Nagant yang sudah dipakai sejak tahun 1891.

Senapan ini menggunakan peluru dengan Kaliber 7.62 x39 mm, peluru kaliber menengah yang juga dipakai oleh senapan-senapan Kalashnikov.

2. Carbine Type 56

Senapan serbu Type 56 atau lebih dikenal dengan nama Type 56 adalah senapan serbu yang menyalin desain dari AK-47 buatan Rusia kecuali pada bagian bidikan (pisir) dan receiver yang menggunakan tipe dari AKM (dimulai dari tahun 1960an).

Tentara pembebasan rakyat mulai menggunakan type 81 sebagai pengganti dari Type 56, sedangkan Type 81 penggunaannya diganti dengan QBZ-95. Type 56 tetap diproduksi oleh Norinco khusus untuk pangsa ekspor.

Dari tahun 1950an, senapan serbu ini diproduksi antara 10 sampai 15 juta pucuk, yang menyumbangkan seperlima dari total populasi AK-47 dan digunakan di berbagai belahan dunia.

3. AK-47

AK-47 (singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947, merupakan senapan yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IzhMash dan digunakan oleh banyak negara Blok Timur semasa perang dingin.

Senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947. Jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, AK-47 mempunyai ukuran lebih kecil, dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai peluru dengan Kaliber 7,62 x 39 mm yang lebih kecil, dan memiliki pilihan tembakan (selective-fire).

AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi.

Itu beberapa senjata yang memang digunakan dalam pemberontakan PKI di Indonesia dan menewaskan 7 jenderal besar Indonesia. Kini senjata tersebut kembali ada di permainan game online.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini