Senin Ini, Saudi Hentikan Penerbangan Internasional untuk Cegah Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Mulai Senin 16 Maret 2020, Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan semua penerbangan internasional guna mencegah penyebaran virus corona.

“Pemerintah kerajaan memutuskan menghentikan penerbangan internasional selama dua pekan sebagai upaya mencegah penyebaran #VirusCorona,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi melalui Twitter.

AFP melaporkan bahwa larangan ini berlaku selama dua pekan terhitung mulai Senin 16 Maret 2020. Seorang pejabat dari Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan kepada Badan Pers Saudi bahwa larangan ini berlaku untuk semua penerbangan, tapi ada sejumlah pengecualian.

Sumber itu tak menjabarkan lebih lanjut pengecualian yang dimaksud. Ia hanya menjelaskan bahwa semua penduduk dan ekspatriat terdampak aturan ini, atau yang harus melakukan karantina diri sendiri setelah dari luar negeri bakal diberikan “libur pengecualian resmi.”

Keputusan ini diumumkan beberapa hari setelah Saudi melarang masuk warga dari 50 negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Saudi juga menyetop sementara seluruh penerbangan dan perjalanan laut menuju puluhan negara tersebut.

“Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara perjalanan WN Saudi dan ekspatriat dari Saudi ke negara-negara Austria, Bahrain, Belanda, Belgia, Bulgaria, Ceko, Denmark, Djibouti, Eritrea, Estonia, Ethiopia, Filipina, Hungaria, India, Indonesia,” bunyi pernyataan KBRI Riyadh.

Selain negara-negara tersebut, aturan itu juga berlaku bagi Irak, Iran, Italia, Jerman, Kenya, Korea Selatan, Kroasia, Kuwait, Latvia, Libanon, Lithuania, Luxembourg, Malta, Mesir, Oman, Pakistan, Prancis, Uni Emirat Arab, Polandia, Portugal, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Somalia, Spanyol, Sri Lanka, Sudan, Sudan Selatan, Suriah, Swedia, Swiss, Tiongkok, Turki, dan Yunani.

Merujuk pada data Kementerian Kesehatan Saudi, hingga saat ini tercatat 86 kasus infeksi virus corona di negara tersebut. Namun, tidak ada angka kematian. Meski demikian, pemerintah Saudi terus melakukan upaya pencegahan, salah satunya dengan menghentikan ibadah umrah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini