Rupiah Diprediksi Tembus Rp 14.000 Hari Ini, Imbas Pilpres AS

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Laju mata uang garuda diprediksi masih akan menguat atas dolar AS pada perdagangan Selasa, 10 November 2020. Kemarin rupiah ditutup menguat 1,02 persen ke level Rp 14.065 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan, penguatan mata uang garuda masih akan dipengaruhi oleh terpilihnya Joe Biden sebagai presiden AS. Ia pun memperkirakan rupiah berpotensi menembus level psikologis di bawah Rp 14.000 per dolar AS.

“Sentimen positif pasar dalam menyambut presiden terpilih Joe Biden sukses membuat rupiah menguat signifikan di awal pekan ini. Sentimen ini masih akan mendorong penguatan rupiah lebih lanjut,” ujarnya, Senin sore.

Sebagai informasi, Presiden terpilih AS Joe Biden dan timnya dikabarkan tengah menggodok paket bantuan Covid-19 untuk membantu mengatasi pandemi di Negeri Paman Sam tersebut. Biden juga berencana untuk menunjuk ilmuwan dalam satuan tugas penanganan Covid-19.

Sedangkan dari sentimen domestik, data ekonomi Indonesia yang tercatat kontraksi 3,45 persen pada kuartal III-2020. Meski begitu, ekonomi tanah air sudah menunjukan perbaikan. “Diharapkan juga kembali terjadi di kuartal terakhir tahun ini,” katanya.

Ibrahim pun memprediksi rupiah hari ini akan bergerak menguat di kisaran Rp 13.990 per dolar AS hingga Rp 14.150 per dolar AS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini