Prediksi Lonjakan Penumpang Lebaran, Bandara YIA Optimis Layani 315 Ribu Penumpang

Baca Juga

Mata Indonesia, Kulon Progo – PT Angkasa Pura Indonesia memastikan kesiapan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kapanewon Temon, Kulon Progo, dalam menghadapi lonjakan penumpang selama libur Idul Fitri 2025.

Prediksi Lonjakan Penumpang Lebaran 2025
General Manager YIA, Ruly Artha, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan Lebaran 2024.

“Kami memperkirakan kenaikan sekitar 1 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Ruly dikutip Rabu 26 Maret 2025.

Pada Lebaran 2024, jumlah penumpang yang melalui Bandara YIA mencapai 234.684 orang, meningkat 4 persen dibandingkan Lebaran 2023. Sementara itu, pada Libur Lebaran 2025, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 315.413 orang.

Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025

Puncak arus mudik di Bandara YIA diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 18.148 orang.

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi jatuh pada 7 April 2025, dengan estimasi 18.756 penumpang.

Pergerakan pesawat selama periode Libur Lebaran 2025 juga diperkirakan meningkat, mencapai 2.163 penerbangan, naik 1 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencatat 1.564 penerbangan.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai telah mengajukan penerbangan tambahan atau extra flight.

Diperkirakan akan ada lebih dari 100 penerbangan tambahan selama periode Lebaran 2025, dengan rute Jakarta sebagai tujuan utama.

Guna memastikan kelancaran operasional, Bandara YIA telah membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2025, yang diresmikan melalui apel di Area Keberangkatan YIA pada Jumat pagi.

Stakeholder Relation Department Head YIA, Ike Yutiane, menjelaskan bahwa posko ini akan beroperasi selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025 mendatang.

Dengan koordinasi bersama berbagai instansi terkait untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini