Mata Indonesia, Yogyakarta – Kasus saluran pernapasan atau ISPA yang disebabkan dari dampak El Nino, meningkat dua kali lipat lebih pesat di DIY. Hal itu juga dipicu dari kemarau yang diprediksi akan terjadi hingga November mendatang.
“Memang ada kenaikan signifikan kasus ISPA di DIY,” jelas Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie Kamis 12 Oktober 2023.
Menurutnya kasus penyakit ini meningkat menjadi 1.886 kasus hingga Oktober 2023. Berbanding terbalik dengan 2022 lalu, di mana kasus Pneumonia termasuk ISPA mencapai 1.181 kasus.
Pembajun menuturkan wilayah Bantul merupakan kabupaten penyumbang paling banyak kasus ISPA di 2023 ini . Jumlahnya mencapai 690 kasus.
Sementara di urutan kedua adalah Kota Jogja dengan 614 kasus. Sleman tercatat 259 kasus, Gunungkidul 170 kasus dan Kulon Progo 153 kasus.
Dibanding pada 2022, kasus ISPA paling banyak ditemukan di Kota Jogja dengan 367 kasus, Bantul 323 kasus, Sleman 213 kasus, Gunungkidul 164 kasus, Kulon Progo 114 kasus.
Meningkatnya ISPA di wilayah DIY ini Dinkes DIY menghimbau masyarakat untuk menghindari membakar sampah, segaris dengan kondisi sampah warga yang belum tertangani.
Selain itu, masyarakat diminta untuk rutin menjaga imunitas tubuh. Mulai dari asupan cairan dan makanan bergizi. Di sisi lain Pembajun menekankan pada warga untuk menggunakan masker ketika bepergian ketika mengalami batuk.