BIN Ikut Pantau Penyaluran Uang Rp 2 T dari Keluarga Akidi Tio, Masyarakat Diminta Tak Berspekulasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Badan Intelijen Negara (BIN) ikut memonitor perkembangan isu rencana donasi Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).

Menurut Kepala Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto, isu ini masih terus berproses. “Kita tunggu kepastian akhir tentang sumbangan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi,” katanya di Jakarta, Rabu 4 Agustus 2021.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan BIN atas isu tersebut semata-mata untuk melakukan deteksi dan antisipasi terkait dengan potensi atau kemungkinan kerugian negara yang bisa ditimbulkan. Sementara terkait penangkapan ataupun pemidanaan bukan ranah BIN.

“BIN tidak mempunyai kewenangan penangkapan baik di dalam maupun di luar negeri sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara,” ujarnya.

Untuk itu, BIN terus menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak untuk menguak kebenaran isu tersebut. Menurut Wawan, sejauh ini Polri telah meminta keterangan kepada anak Akidi Tio, Heriyanti terkait sumbangan tersebut.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu beredar kabar keluarga mendiang Akidi Tio berencana menyalurkan donasi atau dana hibah sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. Bahkan seremoni bantuan tersebut telah digelar dan disaksikan oleh pejabat setempat.

Belakangan uang itu belum juga ditransfer. Alasannya, proses pencairan sulit lantaran nominal uang dalam jumlah besar. Anak mendiang Akidi Tio, Heryanti pun akhirnya diperiksa sebagai saksi oleh polisi terkait isu tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini