Yuk Taubat Gaes! Ini Bukti Tanda-tanda Kiamat Sudah Dekat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tanda-tanda kiamat sepertinya selalu menjadi topik yang menarik perhatian banyak orang dan tidak akan pernah ada habisnya. Musnahnya kehidupan di bumi menjadi sebuah hal yang menakutkan, tapi tetap saja banyak orang yang ingin mencari tahu kapankah kiamat akan terjadi.

Pada 2012, suku maya di Amerika Latin pernah memprediksi datangnya kiamat. Meskipun hal tersebut tidak terbukti, tapi berita menghebohkan itu telah menarik perhatian banyak orang.

Sementara itu, sejumlah fenomena di muka bumi ini dipercayai telah menunjukkan tanda-tanda kiamat sudah dekat. Apa saja tanda-tandanya?

1. Terjadi gerhana bulan darah (Blood Moon)

Dilansir dari Daily Mail, sebuah Alkitab versi Raja James (Yoel 2:31) menyebutkan, “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu.” Gerhana bulan darah ketiga dan keempat telah terjadi pada September 2015, sedangkan gerhana bulan darah pertama dan kedua terjadi pada 2014.

Seorang pastur dari Amerika berpendapat bahwa kemunculannya menjadi sebuah tanda besar. Ia menjelaskan bahwa bila melihat tanda-tanda itu, maka pertanda yang jelas bahwa dunia akan berakhir.

2. Perubahan iklim akibat pemanasan global

Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa perubahan iklim dapat mengakibatkan kehancuran bumi, seperti bencana kekeringan, kelaparan, ketidakstabilan politik, dan kerusakan ekosistem. Hal ini dibuktikan bahwa daerah beriklim tropis seketika turun salju.

3. Perang nuklir terjadi di mana-mana

Selama ini masyarakat tentu lebih mengenal teknologi nuklir sebagai teknologi penghancur. Senjata atau bom dengan kekuatan dahsyat yang dimiliki dapat menghancurkan seluruh dunia ini. Banyak negara berlomba-lomba memiliki nuklir, tentunya ini menjadi hal menakutkan bahwa bumi bisa hancur jika senjata nuklir berada di tangan yang salah.

4. Serangan berbagai macam penyakit

Saat ini semua pasti sudah tahu bahwa pandemi sedang merajalela di seluruh dunia. Selain itu, berbagai penyakit baru terus bermunculan, sebut saja flu burung, virus corona, dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

5. Munculnya ombak darah di pantai selatan Cina

Peristiwa yang pertama kali ditemukan ini tentunya menarik perhatian banyak orang. Peristiwa ini tejadi pada 2014 ini memang sangat aneh.

Awalnya penduduk sekitar pantai Shenzhen mengira bahwa warna merah pada air laut disebabkan adanya ikan kecil yang dimangsa hiu. Namun, sebagian orang meyakini bahwa laut berwarna merah merupakan tanda-tanda kiamat seperti yang tertuang dalam kitab Injil.

6. Ilmu agama semakin ditinggalkan

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Di antara tanda Hari Kiamat adalah ilmu agama semakin ditinggalkan dan kebodohan karena tidak adanya ilmu agama merajalela.” Hal tersebut sangat sinkron dengan keadaan yang terjadi saat ini, seperti banyaknya perzinaan, dan lain-lain.

Reporter : Afif Ardiansyah

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini