Rizieq Shihab Pindah ke Bareskrim Polri, Kuasa Hukum Legowo

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamasyah Hanafiah menyikapi kepindahan Rizieq dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri dengan legowo. Ia menilai kepindahan Rizieq Shihab merupakan sesuatu yang lumrah.

“Itu sesuatu yang wajar karena perkaranya ditarik ke Mabes Polri, dengan catatan tahanan di Mabes Polri jangan diisolasi dan harus bebas siapa saja mau besuk,” kata Alamsyah.

Kendari demikian, Alamsyah berharap bisa bebas bertemu dengan Rizieq setiap saat. Tidak hanya bertemu dengannya, namun ia berharap Rizieq juga memiliki hak untuk bertemu dengan keluarga dan kerabat yang menjenguk.

“Itu hak asasi tersangka dan hak asasi pengunjung atau sahabat atau saudaranya. Untuk pengacara habib bebas untuk ketemu habib setiap saat guna kepentingan pembelaan, ujar Alamsyah.

Rizieq dipindahkan ke Bareskrim Polri sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan dirinya atas kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Ia diangkut dari rutan Polda Metro Jaya pada Kamis 14 Januari 2021 siang. Rizieq dikawal petugas, ia tampak mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, bersorban putih dan tangannya terikat tali ties.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini