Yuk Ikutan, Yamaha Gelar Kompetisi Esports Berhadiah Motor

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perlahan namun pasti dunia esports mulai menemukan tempat di tanah air. Buktinya meski ada pandemi corona (COVID-19), berbagai kompetisi tetap dilakukan.

Salah satunya adalah kompetisi Mobile Legends yang bakal digelar oleh pabrikan motor Yamaha. Perlombaan ini bertajuk Yamaha Generasi 125 Esports Competition (YGEC) 2020. Banyak hadiah menarik tersaji dalam turnamen ini. Pun pendaftarannya sudah dimulai dari tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 September 2020.

Deputi GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Yordan Satriadi mengatakan, alasan pihaknya menggelar perlombaan ini karena antusiasme masyarakat Indonesia terhadap esports terutama bagi para generasi muda cukup tinggi.

“Maka Yamaha mengadakan esports competition yang dapat diikuti secara gratis sebagai bentuk dukungan agar bisa menjadi wadah positif bagi generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Berikut kategori pemenang dan hadiah yang dapat diperoleh melalui YGEC 2020 ini :

– Juara 1: Yamaha FreeGo STD
– Juara 2: Uang tunai senilai Rp 3.000.000
– Juara 3: Uang tunai senilai Rp 2.000.000
– MVP: Uang Tunai senilai Rp 1.000.000

Syarat pendaftaran YGEC 2020 sangat mudah, yang mana dalam 1 tim beranggotakan minimal 5 orang dengan level game minimal Epic. Mode permainan yang digunakan custom-draft pick.

Para peserta tidak diperbolehkan menggunakan cheat/third party program apapun dan wajib mengikuti seluruh aturan turnamen yang berlaku.

Pengumuman pemenang akan ditampilkan pada akun Instagram Generasi 125 Yamaha, @generasi125yamaha dan akan dihubungi melalui email [email protected].

Ayo Mabar #MenangBanyak, Main Game dapat Motor! Daftarkan tim kalian melalui link ini! dan jadilah generasi #menangbanyak melalui Yamaha Generasi 125 Esports Competition (YGEC) 2020!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini