YoonA SNSD dan Lee Junho 2PM Dikonfirmasi akan Bintangi Drama Rom-Com Baru

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Mulai bertebaran drama-drama baru dari aktor-aktor ternama Korea Selatan nih. Salah satunya YoonA SNSD dan Lee Junho dikabarkan akan bintangi drama baru lho.

Melansir dari Soompi, drama baru tersebut diberi judul ‘King the Land’ (judul sementara). Drama ini akan mengusung genre romansa-komedi.

Lee Junho 2PM dan YoonA SNSD terkonfirmasi akan bekerja sama untuk proyek drama baru ini. Setelah menyelesaikan casting, ‘King the Land’ akan mulai syuting pada musim gugur 2022.

Namun sampai saat ini, jadwal dan platform siarannya masih belum diputuskan oleh pihak produksi.

Sementara itu, ‘King the Land’ mengisahkan tentang pewaris chaebol (konglomerat) bernama Goo Won (diperankan oleh Lee Junho). Dia bertemu dengan Cheon Sa Rang (diperankan oleh YoonA) yang selalu tersenyum.

Drama ini mengacu pada lounge bisnis VVIP yang merupakan tempat impian bagi para pelaku bisnis perhotelan. Goo Won harus ‘bertempur’ terkait warisan untuk King Group yang mana perusahaan itu memiliki hotel, maskapai penerbangan, dan perusahaan distribusi.

Dengan kepiawaiannya, Goo Won berhasil memiliki segalanya kecuali berkencan. Goo Won akhirnya bertemu dengan Sa Rang yang mendapatkan pekerjaan di King Hotel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Magang Nasional Perkuat Ketahanan SDM Menghadapi Ketidakpastian Global

Oleh: Fajar Nugraha Prasetyo )*Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan sumber daya manusiasebagai respons atas dinamika global yang penuh ketidakpastian. Program Magang Nasional menjadi salah satu langkah strategis yang dijalankan untuk memastikan tenaga kerja Indonesia mampu bertahandan berkembang di tengah perubahan ekonomi dunia. Kebijakan inimenempatkan penguatan kualitas SDM sebagai prioritas utama dalammenghadapi tantangan global.Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, membahas arah pengembanganprogram magang dalam pertemuan strategis di Gedung SekretariatKabinet. Pembahasan tersebut menitikberatkan pada peningkatan kuotapeserta untuk periode 2026–2027 serta penguatan kualitas program. Pemerintah melihat pengembangan SDM harus dilakukan secarasistematis agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terusberkembang.Program Magang Nasional menunjukkan capaian yang signifikanberdasarkan jumlah peserta yang telah terlibat. Data peserta mencapai100.000 orang pada periode 2025–2026 dengan jumlah pendaftar sekitar400.000 orang. Tingginya minat masyarakat mencerminkan kebutuhanbesar terhadap akses pengalaman kerja bagi lulusan baru.Teddy menekankan pentingnya peningkatan kualitas dalam program magang. Pemerintah tidak hanya berfokus pada jumlah peserta, tetapijuga pada hasil yang diperoleh setiap individu. Sistem magang dirancanguntuk memberikan pengalaman kerja langsung, pendampingan mentor, serta dukungan finansial yang layak.Program Magang Nasional memberikan manfaat nyata bagi pesertadalam membangun kesiapan kerja. Pengalaman langsung di lingkunganprofesional membantu peserta memahami dinamika industri secarapraktis. Pendampingan dari mentor memperkuat kemampuan teknis dan nonteknis yang dibutuhkan di dunia kerja.Pemerintah memastikan Program Magang Nasional terintegrasi denganekosistem pengembangan tenaga kerja. Integrasi tersebut dilakukanmelalui berbagai inisiatif peningkatan keterampilan yang mendukungkesiapan kerja. Pendekatan berkelanjutan ini memperkuat kualitas tenagakerja secara menyeluruh.Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada, Tadjudin Nur Effendi, memberikan penilaian positif terhadap program ini. Penilaiantersebut menempatkan Program Magang Nasional sebagai solusi bagilulusan baru yang kesulitan memperoleh pekerjaan. Program ini dinilaimampu menjawab kebutuhan pengalaman kerja yang selama ini menjadikendala utama.Effendi melihat program magang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Peserta memperoleh pengalaman praktissekaligus sertifikat yang meningkatkan daya saing. Nilai tambah tersebutmenjadi modal penting dalam menghadapi persaingan pasar tenaga kerja.Program Magang Nasional memberikan dampak jangka panjangmeskipun tidak semua peserta langsung direkrut perusahaan. Sertifikatdan pengalaman kerja menjadi bekal untuk melamar pekerjaan di tempatlain. Dampak tersebut memperluas peluang kerja bagi lulusan baru.Effendi mendorong peningkatan jumlah peserta dalam program magangke depan. Peningkatan jumlah peserta dinilai dapat memberikan dampaksignifikan terhadap penurunan pengangguran. Fleksibilitas bagiperusahaan tetap diperlukan agar penyerapan tenaga kerja berjalansesuai kebutuhan.Ketua Umum...
- Advertisement -

Baca berita yang ini