MBG Dorong Penguatan Rantai Pasok Lokal dari Desa ke Sekolah

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak positif yang signifikan, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga dalam memperkuat rantai pasok pangan lokal dari desa ke sekolah.

Keterlibatan pelaku pangan lokal dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang segar, aman, dan sesuai kebutuhan gizi. Selain mendukung kualitas pangan, pendekatan ini juga bertujuan memperkuat ekonomi lokal dan memperpendek rantai distribusi dalam penyelenggaraan MBG.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengatakan bahwa pelibatan rantai pasok lokal menjadi bagian dari desain kebijakan MBG.

“Program MBG tidak berdiri sendiri. Kami melibatkan petani, peternak, dan produsen lokal agar suplai pangan terjaga sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah,” ujar Hidayati.

Pemanfaatan rantai pasok lokal juga memungkinkan penyesuaian bahan pangan dengan potensi dan karakteristik wilayah. Dengan demikian, MBG dapat dijalankan secara lebih adaptif tanpa mengabaikan standar mutu dan keamanan pangan.

“Dengan rantai pasok lokal yang kuat, pelaksanaan MBG menjadi lebih berkelanjutan. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, mengungkapkan pihaknya tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Pangan terkait rantai pasok bahan baku lokal untuk Program MBG.

Menurutnya, penyusunan regulasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang mengamanatkan Kemenko Pangan untuk mengoordinasikan kementerian dan lembaga dalam menjamin rantai pasok pangan program tersebut.

“Karena kalau nggak ada bahan pangannya kan nggak bisa nih berjalan programnya dan diharapkannya bahan pasokan pangan itu berasal dari lokal,” kata Nani.

Nani juga menuturkan, saat ini pemerintah juga sedang mengembangkan proyek percontohan (pilot project), petunjuk teknis (juknis), hingga peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait ekosistem rantai pasok pangan tersebut.

Pihaknya memahami, tidak semua wilayah dapat memenuhi bahan baku dari pemasok lokal dalam waktu dekat, terutama daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), sehingga akan diberikan anggaran tambahan untuk wilayah tersebut.

“Ada kebijakan baru untuk menambah namanya biaya tambahan untuk yang lokasi-lokasi terpencil itu setelah kami lihat tidak bisa (mendapatkan pasokan pangan lokal dalam waktu dekat), tapi dengan itu tetap mereka harus membangun ekosistem di lokasinya masing-masing ke depannya,” tutur Nani.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Magang Nasional Perkuat Ketahanan SDM Menghadapi Ketidakpastian Global

Oleh: Fajar Nugraha Prasetyo )*Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan sumber daya manusiasebagai respons atas dinamika global yang penuh ketidakpastian. Program Magang Nasional menjadi salah satu langkah strategis yang dijalankan untuk memastikan tenaga kerja Indonesia mampu bertahandan berkembang di tengah perubahan ekonomi dunia. Kebijakan inimenempatkan penguatan kualitas SDM sebagai prioritas utama dalammenghadapi tantangan global.Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, membahas arah pengembanganprogram magang dalam pertemuan strategis di Gedung SekretariatKabinet. Pembahasan tersebut menitikberatkan pada peningkatan kuotapeserta untuk periode 2026–2027 serta penguatan kualitas program. Pemerintah melihat pengembangan SDM harus dilakukan secarasistematis agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terusberkembang.Program Magang Nasional menunjukkan capaian yang signifikanberdasarkan jumlah peserta yang telah terlibat. Data peserta mencapai100.000 orang pada periode 2025–2026 dengan jumlah pendaftar sekitar400.000 orang. Tingginya minat masyarakat mencerminkan kebutuhanbesar terhadap akses pengalaman kerja bagi lulusan baru.Teddy menekankan pentingnya peningkatan kualitas dalam program magang. Pemerintah tidak hanya berfokus pada jumlah peserta, tetapijuga pada hasil yang diperoleh setiap individu. Sistem magang dirancanguntuk memberikan pengalaman kerja langsung, pendampingan mentor, serta dukungan finansial yang layak.Program Magang Nasional memberikan manfaat nyata bagi pesertadalam membangun kesiapan kerja. Pengalaman langsung di lingkunganprofesional membantu peserta memahami dinamika industri secarapraktis. Pendampingan dari mentor memperkuat kemampuan teknis dan nonteknis yang dibutuhkan di dunia kerja.Pemerintah memastikan Program Magang Nasional terintegrasi denganekosistem pengembangan tenaga kerja. Integrasi tersebut dilakukanmelalui berbagai inisiatif peningkatan keterampilan yang mendukungkesiapan kerja. Pendekatan berkelanjutan ini memperkuat kualitas tenagakerja secara menyeluruh.Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada, Tadjudin Nur Effendi, memberikan penilaian positif terhadap program ini. Penilaiantersebut menempatkan Program Magang Nasional sebagai solusi bagilulusan baru yang kesulitan memperoleh pekerjaan. Program ini dinilaimampu menjawab kebutuhan pengalaman kerja yang selama ini menjadikendala utama.Effendi melihat program magang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Peserta memperoleh pengalaman praktissekaligus sertifikat yang meningkatkan daya saing. Nilai tambah tersebutmenjadi modal penting dalam menghadapi persaingan pasar tenaga kerja.Program Magang Nasional memberikan dampak jangka panjangmeskipun tidak semua peserta langsung direkrut perusahaan. Sertifikatdan pengalaman kerja menjadi bekal untuk melamar pekerjaan di tempatlain. Dampak tersebut memperluas peluang kerja bagi lulusan baru.Effendi mendorong peningkatan jumlah peserta dalam program magangke depan. Peningkatan jumlah peserta dinilai dapat memberikan dampaksignifikan terhadap penurunan pengangguran. Fleksibilitas bagiperusahaan tetap diperlukan agar penyerapan tenaga kerja berjalansesuai kebutuhan.Ketua Umum...
- Advertisement -

Baca berita yang ini