Yeon Woo Jin Ditawari Jadi Lawan Main Son Ye Jin di Drama ‘Thirty-Nine’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Yeon Woo Jin akan berperan sebagai lawan main Son Ye Jin dalam drama JTBC mendatang yang berjudul ‘Thirty-Nine’. Kabar ini dilaporkan oleh JoyNews 24 pada Selasa 1 Juni 2021.

Menanggapi laporan tersebut, agensi Yeon Woo Jin, Jump Entertainment berkomentar, “Ini adalah proyek yang dia pertimbangkan secara positif.”

‘Thirty-Nine’ adalah drama 12 episode tentang romansa dan kehidupan sehari-hari dari tiga teman yang hampir menginjak usia 40 tahun. Drama ini menggambarkan kehidupan yang realistis yang akan mengikuti teman-teman saat mereka mengalami kehidupan dan romansa.

Son Ye Jin berperan sebagai Cha Mi Jo, yang berasal dari keluarga kaya dan sekarang menjadi direktur klinik perawatan kulit di Gangnam.

Selain Son Ye Jin dan Yeon Wo Jin, drama ini juga menawarkan peran kepada Lee Moo Saeng, Jeon Mi Do, dan Ahn Seo Hee. Tentunya drama ini akan seru dengan berbagai aktor berbakat.

Agensi Lee Moo Saeng, Alien Company berbagi, “Memang benar dia menerima tawaran untuk membintangi ‘Thirty-Nine’, dan dia sedang meninjau [tawaran]. ”

Sementara Jeon Mi Do sedang dalam pembicaraan untuk berperan sebagai guru akting Jung Chan Young. Minggu lalu juga diumumkan bahwa Ahn So Hee sedang meninjau tawaran casting untuk drama tersebut.

Drama ini akan ditulis oleh Yoo Young Ah, yang sebelumnya menulis “Encounter,” “Entertainer,” dan film “My Annoying Brother,” dan akan disutradarai oleh Kim Sang Ho, yang baru-baru ini menggarap “Run On.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini