Yah, The Rock Nggak Main Lagi di ‘Fast and Furious’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Dwayne ‘The Rock‘ Johnson tidak akan main lagi di ‘Fast and Furious’. Meski demikian, dia tetap mendoakan yang terbaik untuk film yang sudah mencapai sekuel kesembilan.

The Rock tampil tiga kali di franchise ‘Fast and Furious’ termasuk spin-off ‘Hobs and Shaw’ di 2019. Di situ, dia dipasangkan dengan Jason Statham yang berperan sebagai Deckard Shaw.

Tapi, belakangan hubungan The Rock dengan Vin Diesel, pemeran Dominic Toretto sekaligus produser film, tidak akur. Bahkan, Vin Diesel pernah mengkritik akting The Rock yang dinilainya kurang maksimal.

“Saya bisa memberikan rasa cinta yang keras. Saya akan melakukan apa saja untuk mendapatkan penampilan terbaik dari setiap pemain dalam film yang saya produseri,” kata Vin Diesel, pada Juni lalu.

Dalam wawancara dengan Hollywood Reporter, The Rock tak mempermasalahkan dirinya tak tampil lagi di ‘Fast and Furious meskipun banyak fans yang terkejut mantan pegulat itu absen di F9 atau ‘Fast and Furious 9’.

Ketika ditanya soal ungkapan Vin Diesel, dia hanya tertawa dan tak mempermasalahkannya.

“Saya tertawa, saya tertawa dengan keras. Saya pikir semua orang tertawa soal itu. Saya tak mempermasalahkannya,” ujarnya.

“Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka. Saya doakan sukses di F9. Saya doakan yang terbaik untuk Fast 10, Fast 11 dan film-film selanjutnya dari ‘Fast and Furious’ walaupun tanpa saya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini