Yah! Bonnaroo Music Festival 2021 Batal Digelar, Kenapa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar tak sedap dari salah satu festival musik dunia. Bonnaroo Music Festival 2021 resmi gagal digelar tahun ini.

Dilansir Just Jared, festival musik yang direncanakan digar di Great Stage Park di Manchester mulanya dijadwalkan pada 2 September 2021. Hal ini dikarenakan daerah tersebut tergenang air dan perkemahan yang banjir.

Kami benar-benar patah hati untuk mengumumkan bahwa kami harus membatalkan Bonnaroo. Sementara cuaca akhir pekan ini terlihat luar biasa, saat ini Centeroo tergenang air di banyak daerah, tanah sangat jenuh di jalur gerbang tol kami, dan perkemahan tergenang air hingga kami tidak dapat melakukannya. mengemudi atau memarkir kendaraan dengan aman,” kata mereka.

Pihak penyelenggara mengatakan mereka telah menyiapkan acara tersebut dengan matang. Namun, cuaca dan alam tak bisa dikendalikan.

Lebih lanjut, pihak acara mengatakan para penonton untuk tak perlu khawatir. Sebab, acara tersebut akan kembali digelar pada Juni 2022.

“KAMI AKAN MELIHAT ANDA DI PERTANIAN PADA JUNI 2022!” kata mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini