Penampilan Kim Jong-un Kian Memprihatinkan, Bagian dari Propaganda?

Baca Juga

MATA INDONESIA, PYONGYANG Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un terlihat jauh lebih kurus saat menghadiri acara di Hari Pemuda di Pyongyang. Kulit Kim tampak mengendur dan pakaian yang ia kenakan terlihat longgar.

Putra Kim Jong-il itu berjalan di depan tribun yang dipenuhi ratusan anak sekolah. Remaja gadis menangis, sementara remaja pria bertepuk tangan dengan antusias ketika Kim melambaikan tangan sembari tersenyum.

Fitur wajah Kim sangat menonjol, terutama di sekitar dagunya yang biasanya menghilang dalam lipatan lemak. Pria berusia 37 tahun itu juga mengenakan atasan putih yang memberikan ruang kosong antara leher dan kerahnya.

Perutnya bahkan tak lagi busung seperti beberapa bulan lalu. Spekulasi mengenai kesehatan Kim pun belakangan santer terdengar, sehingga memaksa pemerintah Korea Utara melarang warganya bergosip tentang penurunan berat badan sang pemimpin.

Ada laporan yang mengatakan bahwa Kim telah memasang pita lambung untuk mengurangi masalah berat badannya yang disebabkan oleh keju. Yang lain mengklaim bahwa pandemi Covid-19 menjadi penyebab Kim mengurangi beberapa kilogram.

Bukan rahasia bila kesehatan Kim telah lama diawasi secara internasional karena kematiannya yang tiba-tiba akan menimbulkan pertanyaan tentang suksesi dan stabilitas. Kim dikenal sebagai peminum berat dan perokok.

Pemimpin Korea Utara itu telah lama mengalami obesitas, dengan berat badan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, ia berat badannya mulai merosot periode Juni. Hal itu terlihat dalam foto yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Pyongyang, KCNA dan di televisi pemerintah.

“Melihat sekretaris jenderal kami yang terhormat tampak kurus kering sangat menghancurkan hati rakyat kami. Semua orang membicarakan bagaimana air mata mereka langsung mengalir,” kata salah satu warganya.

Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara, mengatakan bahwa penurunan berat badan Kim bukan karena penyakit akut yang dideritanya. “Tidak ada yang benar-benar tahu mengapa ia kehilangan berar badannya,” kata Yang, melansir Daily Mail.

Terlepas dari motivasi penurunan berat badan Kim yang begitu drastis, tampaknya ada nilai propaganda di dalamnya. Ya, sejak awal rezim seolah bermaksud untuk menekankan fakta bahwa Kim bekerja keras untuk rakyat dan negaranya yang dilanda krisis pangan serta diperparah dengan pandemi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini