Mata Indonesia, Kulon Progo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo mempublikasikan hasil kajian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) 2025 yang mencakup penilaian kualitas air sungai, kualitas udara, dan tutupan lahan. Dalam kajian tersebut, DLH meneliti sembilan sungai yang mengalir di wilayah Kulon Progo.
Kepala DLH Kulon Progo, Duana Heru Supriyanta, menyebut pihaknya memberi perhatian khusus pada Sungai Serang karena tingkat pencemaran yang ditemukan tergolong tinggi.
“Yang kami soroti salah satunya Sungai Serang karena temuan pencemarannya cukup tinggi,” ujar Duana.
Sampel di 10 Titik, Jenis Cemaran Serupa
DLH mengambil sampel air dari 10 lokasi berbeda secara acak di Sungai Serang. Hasilnya, titik-titik tersebut menunjukkan jenis zat pencemar yang cenderung sama, menandakan sumber pencemaran yang kemungkinan terjadi secara merata di sepanjang aliran sungai.
Duana menjelaskan ada tiga indikator pencemaran utama yang ditemukan pada perairan Sungai Serang:
Fosfat melebihi ambang batas
Kadar fosfat tercatat melampaui batas aman 0,20 mg per liter, yang diduga berkaitan dengan pemakaian pupuk dan bahan kimia pertanian secara berlebihan. Fosfat yang larut ke perairan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem sungai, bahkan bisa berdampak toksik jika kadarnya terus meningkat.
Bakteri fecal sangat tinggi
Temuan kedua adalah bakteri fecal dengan kadar mencapai puluhan ribu MPN per 100 ml, jauh di atas batas wajar 1.000 MPN per 100 ml. Pencemaran ini diduga berasal dari kontaminasi tinja manusia maupun hewan, termasuk kemungkinan pembuangan limbah peternakan ke sungai.
Bahan organik sulit terurai di hilir
Pencemaran ketiga berupa bahan organik dalam jumlah besar yang sulit terurai dan dominan ditemukan di bagian hilir Sungai Serang. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas air dan memperburuk kesehatan perairan jika tidak dikendalikan.
DLH: Masih Wajar, tapi Harus Dicegah
Meski temuan pencemaran cukup menonjol, Duana menilai kondisinya masih dalam taraf yang relatif “wajar” karena indikator serupa juga muncul di sungai lain, bahkan di beberapa daerah di luar Kulon Progo tercatat lebih tinggi.
Namun DLH tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan pencegahan agar kualitas air Sungai Serang tidak semakin memburuk.
Imbauan DLH Kulon Progo untuk Menekan Pencemaran Sungai
Untuk mencegah peningkatan pencemaran, DLH mengimbau warga agar memperbaiki sistem sanitasi rumah tangga dan memastikan pembuangan limbah tidak masuk sungai.
Lalu mengelola limbah peternakan dengan benar agar tidak mencemari aliran air.
Termasuk juga mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia berlebihan dan tidak membuang sampah ke sungai karena dapat memperparah kondisi perairan.
