Waspada, Ini 4 Tanda Gejala Diabetes yang Tidak Disadari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Diabetes adalah sebuah kondisi kesehatan yang disebabkan oleh gula darah penderitanya yang terlalu tinggi untuk diproses oleh tubuh. Akibatnya, gula darah bisa mengendap di aliran darah sehingga berpotensi menyebabkan komplikasi, seperti penyakit jantung, ginjal, hingga kehilangan pengelihatan.

Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menunjukka bahwa di Amerika tercatat 34,2 juta orang yang menderita diabetes dan 21,4 persennya tidak terdiagnosa. Tidak hanya itu, 88 juta orang Amerika juga berada pada kondisi pradiabetes yaitu kondisi yang diakibatkan tingkat gula darah yang naik.

Bahkan, satu hal yang dikahwatirkan 84 persennya tidak menyadari bahwa mereka tengah dalam tahap prediabetes.

Melihat hal ini sudah sepatutnya kita fokus untuk mengantisipasi dengan mengenali sejak dini tanda diabetes.

Pertama, menurut Keck Medicine of USC kelelahan menjadi salah satu ciri-ciri gejala diabetes. Hal ini disebabkan glukosa yang tidak bisa diserap oleh tubuh padahal umumnya tubuh akan memecah makanan yang kita konsumsi menjadi glukosa yang berfungsi untuk menambah energi.

Kedua, yaitu sering haus dan sering buang air kecil. Kondisi ini disebabkan tubuh yang tidak mampu menyerap jumlah glukosa dengan tepat, akibatnya ginjal lebih keras untuk menyaringnya. Minum air untuk menghilangkan rasa haus pun akhirnya membuat kita harus buang air kecil, sehingga situasi ini layaknya ‘lingkaran setan’.

Maka, ahli endokrinologi dari Keck Medicine dari USC, Braden Barnett menegaskan bahwa kadar gula dalam darah menjadi terlalu tinggi menyebabkan kelebihannya tumpah ke urine yang dibuat oleh ginjal dan air akan ikut.

“Hal ini menyebabkan peningkatan buang air kecil dan air serta gula yang keluar dari tubuh dalam urine menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi,” kata Barnett.

Ketiga, gejala lain yaitu penurunan berat badan. Tubuh yang tidak mendapatkan energi dari glukosa mulai membakar otot dan lemak.

Terakhir, yakni gula darah yang tinggi dan berlangsung lama bisa menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati yang bisa memicu rasa kesemutan, sensasi terbakar, atau kurangnya sensasi pada anggota gerak. Adapun, pembuluh darah dan saraf sensitif terhadap kadar gula darah yang tinggi sehingga menyebabkan kesemutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Hadir Menjamin Keamanan Jemaah Haji di Tengah Ketegangan Dunia

Oleh: Rian Hakim )*Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidakmengurangi komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraanibadah haji 2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruhjemaah Indonesia. Pemerintah terus memperkuat koordinasi denganotoritas Arab Saudi serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar situasi global tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada kelancaranoperasional haji, tetapi juga perlindungan menyeluruh terhadap jemaahsejak keberangkatan hingga kepulangan. Di tengah dinamika konflikinternasional, negara hadir memberikan jaminan keamanan melaluidiplomasi, penguatan sistem perlindungan, hingga peningkatan koordinasilintas lembaga.Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan pelaksanaan haji berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah Arab...
- Advertisement -

Baca berita yang ini