Waspada! 5 Penyakit Berbahaya Ini Mengancam Penderita Obesitas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belajar dari beberapakejadian obesitas di Indonesia akhir-akhir ini, penting bagi masyarakat untuk mengetahui berbagai penyakit yang mengintaiakibat kelebihan berat badan.

1. Kanker


Sejumlah
pakar kesehatan menyebutkan obesitas memicu kanker. Jumlah lemak yang berlebih di dalam tubuh sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan sel kankerobesitas pada pria memicu kanker prostat. Sementara pada wanita menyebabkan kanker rahim.

2. Batu empedu


Batu
empedu terbentuk dari hasil pengendapan lemak dan kolesterol di dalam empedu. Kadar lemak yang berlebihan jika tidak bisa diurai akan berbahaya bagi kesehatan empedu.

3. Diabetes
Risiko terkena salah satu penyakit mematikan ini meningkat duahingga tiga kali lipat pada orang yang kegemukan.
4. Asma

Obesitas memang menyebabkan asma. Profesor dari Universitiof Kentucky College of Medicine, Amerika Serikat, Beth A Miller, mengatakan, kelebihan berat badan memperberat kerjaparu-paru. Saluran napas akan tersumbat, sehingga rentan iritasidan peradangan akibat banyaknya lemak dalam tubuh.

5. Migrain

Migrain merupakan penyakit umum yang biasa dialami penderita obesitas. Kelebihan lemak di tubuh menyumbat pembuluh darah. Hal itu mengakibatkan aliran oksigen ke otak tidak lancar.

Reporter : Nabila Kuntum Khaira Umma

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Perlindungan Jemaah Haji di Tengah Konflik Global

Oleh: Arifa Kirana Putri )*Pemerintah terus memperkuat langkah perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia di tengah meningkatnya dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Situasi konflik yang melibatkan sejumlah negara menjadiperhatian serius pemerintah agar tidak berdampak terhadap kelancarandan keamanan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Karena itu, koordinasi lintas kementerian, penguatan diplomasi, hinggakerja sama internasional terus diperluas demi memastikan seluruh jemaahdapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.Komitmen tersebut terlihat dari penguatan kerja sama antara Polri dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Pemerintah menilaiperlindungan jemaah tidak cukup hanya melalui pelayanan teknis ibadah, tetapi juga harus mencakup aspek keamanan, pendampingan hukum, serta pencegahan praktik ilegal yang dapat merugikan masyarakat.Dalam audiensi antara Wakapolri Dedi Prasetyo dan Wakil Menteri Haji dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini