Warga Diminta Banyak Konsumsi Kentang Goreng Selama Pandemi Corona, Kenapa Ya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selama pandemi Corona, warga diminta banyak-banyak makan kentang goreng? Imbauan ini dikeluarkan pemerintah negara Belgia lho gaes, bukan di Indonesia.

Yup, baru-baru ini pemerintah negara tersebut mengeluarkan imbauan agar para warganya memperbanyak makan kentang. Bukan lantaran bisa mencegah infeksi Corona lho ya, tapi lantaran persediaan kentang di negara tersebut melonjak drastis akibat lockdown.

Dilansir dari laman Mental Floss, Belgia punya lebih dari 750 ribu ton stock kentang. Demi mencegah terjadinya pembusukan kentang, pemerintah akhirnya meminta warga untuk meningkatkan konsumsi dan sedikit mengubah pola makan mereka. Warga diimbau untuk memakan kentang goreng setidaknya 2 kali dalam dua pekan.

Sekretaris Jenderal Belgapom, Romain Cools yaitu asosiasi industri kentang nasional, mengatakan kepada CNBC, bahwa mereka bekerja dengan supermarket untuk melihat apakah bisa meluncurkan kampanye yang meminta warga Belgia untuk melakukan sesuatu pada sektor itu dengan memakan kentang goreng sebanyak dua kali dalam dua pekan selama krisis Virus COVID-19.

“Apa yang kami coba lakukan adalah menghindari limbah makanan, karena setiap kentang yang hilang adalah kerugian,” katanya, dikutip Senin, 11 Mei 2020.

Meski memang tidak sehat, katanya, pemerintah Belgia akan melakukan pemantauan konsumsi kentang goreng pada masyarakatnya selama kampanye berjalan demi mencegah dampak negatif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini