Wanita Ini Angkat Bicara soal Kontroversi Mina eks AOA Rebut Pacarnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Mantan pacar pacar Kwon Mina secara pribadi membahas kontroversi perselingkuhan. Mantan anggota AOA itu diduga merebut pacar orang dan memamerkannya di Instagram.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita menuduh Mina merebut pacarnya. Bahkan, baru-baru ini Mina diketahui mengunggah foto bersama pacarnya itu di Instagram.

Pada Kamis 1 Juli 2021, wanita yang diberi inisial ‘A’ itu angkat bicara secara pribadi di situs komunitas online. ‘A’ menyatakan, “Saya berkencan dengan Yoo, pacar Kwon Mina yang menjadi isu akhir pekan lalu, selama 3 tahun.”

“Setelah insiden itu meledak, saya berpikir secara mendalam tentang bagaimana menghadapi situasi ini. Ada hal-hal yang saya rasa tidak adil terhadap saya di postingan Mina, dan saya menulis ini karena saya merasa akan lebih baik jika saya menyelesaikan masalah ini sendiri.”

Dia membagikan gambar DM awal Mina kepada pacarnya, dengan menyatakan, “Pada titik ini, saya bahkan tidak membayangkan bahwa hubungan Kwon dan Yoo akan seperti sekarang ini.”

‘A’ menambahkan, “Saya merasa aneh bahwa setelah 25 Juni sekitar jam 5 sore, saya dapat menghubunginya melalui pesan KakaoTalk tetapi tidak melalui panggilan telepon,” menjelaskan mantan pacarnya mengatakan bahwa mereka harus meluangkan waktu untuk berpikir terpisah satu sama lain tetapi dia tidak meminta putus.

Mina diketahui telah memposting foto di atas dengan pacarnya di Instagram pada 26 Juni 2021 lalu. ‘A’ kemudian mengirim DM ke Mina juga, menanyakan, “Unni, apakah kamu dan pacarku memutuskan untuk bertemu satu sama lain?”

Mina menjawab, “Mengapa kamu mengirim DM kepadaku sekarang? Apakah itu masalah jika dia memutuskan untuk bertemu denganku setelah kamu putus?”

Setelah ‘A’ menjelaskan situasinya, Mina mengungkapkan, “Saya mendengar bahwa dia menyelesaikan masalah dengan pacarnya, dan kemudian memutuskan untuk bertemu dengan saya. Itu sebabnya saya mengumumkan hubungan tersebut. Saya seorang figur publik, jadi menurut Anda saya akan tanpa berpikir berkencan dengan seseorang yang belum menyelesaikan hubungan mereka?”

‘A’ lebih lanjut membantah ayahnya telah mengirim pesan ancaman ke Mina, dengan mengatakan, “Ayahku bahkan tidak tahu siapa Mina atau kelompok mana dia menjadi bagian darinya. Pesan teks dikirim ke Yoo, bukan Kwon. Dia juga tidak pernah mengancam akan membunuh siapa pun atau mengucapkan kata-kata kutukan yang parah dalam pesan.”

Dia menyimpulkan, “Seperti yang telah saya katakan, saya ingin menyelesaikan situasi yang menjadi besar ini. Saya juga sangat ingin menjelaskan apa yang saya rasakan tidak adil. Saya lega bahwa saya dapat mengatakan apa yang saya inginkan setidaknya seperti ini.”

“Sejujurnya, ketika gambar itu pertama kali diposting, itu sangat mengejutkan saya, tetapi karena kejutan itu, saya bisa mengatasinya lebih cepat dan kembali ke kehidupan normal. Itu juga membuat saya menyadari apa itu orang baik di sekitar saya. Saya akan lebih fokus pada hidup saya sendiri sekarang. Terima kasih dengan tulus kepada semua orang yang mengirimi saya kata-kata penghiburan sampai sekarang,” lanjutnya.

Apa pendapat Anda tentang postingan ‘A?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini