Wajib Tahu! 7 Alat Make Up Ini Ternyata Tidak Boleh Berganti Tangan Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Apakah kamu sering memakai alat makeup bersama dengan teman-temanmu? Jika iya, ada baiknya kamu untuk menghentikan kebiasaan itu dari sekarang.

Tanpa sadar make up yang dipakai bergantian akan menyebarkan bakteri berbahaya. Keadaan ini akan menyebabkan infeksi mata, luka dingin, penyakit umum, infeksi Staph, dan bahkan herpes.

Tentu saja kamu tidak mau hal tersebut terjadi bukan? Hal sepele yang bisa membuatmu harus menanggung semuanya. Lalu make up apa saja sih yang tidak boleh dipakai secara bergantian? Simak penjelasan berikut.

1. Krim

Sebelum mengoleskan krim ke wajahmu, sebaiknya cuci wajah dan tangan menggunakan sabun, agar saat ingin menggunakan krim, tidak ada bakteri yang ikut tercampur dari tanganmu yang kotir. Dan udsahakan jangan ada tangan lain yang menggunakan krim yang kamu pakai.

2. Brush Makeup

Timbulnya jerawat pada kulit, salah satu penyebabnya adalah bergantian alat make up dengan temanmu. Contohnya adalah bergantian brush. Jaga alat make up mu agar tidak tersentuh dan terpakai orang lain, usahakan juga tidak terkena debu. Lindungi dengan plastik atau wadah brush. Rutinlah mencuci agar tisak banyak bateri yang menempel.

3. Maskara

Bahaya dari maskara yang sering digunakan untuk bergantian dengan temanmu akan menimbulkan bakteri aerob yang masuk ke dalamnya dan bisa berbahaya untuk kesehatan mata. Di antaranya ialah bisa menimbulkan mata merah, konjungtivis, hingga infeksi.

4. Bedak foundation

Bedak foundation biasa dilengkapi dengan sponge. Penggunaan sponge secara bergantian akan menyebarkan bakteri dari kulitmu ke orang lain, ataupun sebaliknya. Bakteri yang tertempel pada sponge menyebabkan timbulnya jerawat.

5. Lipstick

Sering kali jika kamu berpergian lupa tidak membawa lipstick, biasanya kamu akan minta ke temanmu. Itu akan menyebabkan perpindahan bakteri dari satu individu ke individu lainnya. Bahaya yang ditimbulkan adalah, virus HSV-1 penyebab penyakit herpes oral, bisa dengan mudahnya menyerang penggunanya.

6. Pisau cukur

Penyakit herpes ternyata bisa menular akibat pemakaian pisau cukur secara bergantian lho!. Risiko terluka dan berdarah bisa terjadi dengan pemakaian pisau cukur. Oleh karenanya, penting sekali untuk tidak menggunakannya secara bergantian dengan orang lain.

7. Facial Cleansing Brush

Untuk membersihkan kulit mati, kotoran dan minyak berlebih, facial cleansing brush bisa digunakan untuk menuntaskan semuanya. Hal ini juga jadi alasan mengapa alat kosmetik yang satu ini tidak boleh digunakan, karena alat ini akan banyak sekali mengandung bakteri yang berbahaya untuk kesehatan kulit.

(Mila Arinda)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini