Wajib Ditonton! Deretan Drama Korea Ini Dibuat Ulang di Negara Lain

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Drama Korea kini menjadi sangat populer di seluruh dunia. Karya yang dihasilkan oleh negeri Ginseng ini memang memiliki jalan cerita yang menarik.

Beberapa drama yang berhasil menjadi hit tak jarang dibuat ulang oleh negara lain. Berikut adalah drama Kora yang telah dibuat ulang di beberapa negara lain:

Voice

‘Voice’ telah ditayangkan sejak 2017 dan akan dirilis musim keempatnya pada musim panas 2021. Acara ini mengikuti 2 karyawan pusat panggilan darurat yang bekerja sama untuk menyelesaikan kasus berdasarkan suara yang mereka dengar selama panggilan. Tahun 2019, dua negara merilis remake drama ini, yakni di Jepang sebagai ‘Voice: 110 Emergency Control Room’ dan di Thailand hanya sebagai ‘Voice.’

Descendants of the Sun

Drama ‘Descendants of the Sun’ dirilis pada tahun 2016 dan dengan cepat menjadi hit besar di seluruh Asia. Drama ini kemudian dibuat ulang di Tiongkok dengan nama yang sama pada tahun 2017, Vietnam ‘as’Hậu duệ mặt trời’ pada tahun 2018, dan Filipina dengan judul aslinya pada tahun 2020.

My Love from the Star

Ditayangkan dari 2013 hingga 2014, ‘My Love from the Star’ mengikuti alien yang telah ada di Bumi sejak 1609 dan hubungan tidak biasa yang ia bentuk dengan aktris populer. Drama ini juga dibuat ulang di Filipina dan Thailand pada 2017 dan lagi di Thailand pada 2019.

Signal

‘Signal’ adalah serial tentang profiler kasus dingin modern yang mampu menyelesaikan kejahatan dengan berbicara dengan seorang detektif dari tahun 1989 melalui walkie-talkie. Drama ini menerima banyak pujian karena memasukkan kasus kehidupan nyata ke dalam plot dan memenangkan beberapa penghargaan. Drama ini kemudian dibuat ulang di Jepang sebagai ‘Signal: Choki Mikaiketsu Jiken Sosahan’ pada tahun 2018 dan di Tiongkok sebagai ‘Unknown Number’ pada tahun 2019.

Good Doctor

‘Good Doctor’ mengikuti kisah seorang dokter autis dengan sindroma savant, suatu kondisi langka di mana seseorang dengan autisme memiliki keterampilan luar biasa dalam subjek tertentu. Drama ini ditayangkan pada tahun 2013 dan menerima peringkat yang bagus dan banyak penghargaan, yang menyebabkan beberapa remake ditayangkan di negara lain. Amerika dan Jepang merilis remake mereka dengan judul yang sama masing-masing pada tahun 2017 dan 2018, dan Turki menayangkan remake ‘Mucize Doktor’ pada tahun 2019.

Stairway to Heaven

‘Stairway to Heaven’ ditayangkan dari tahun 2003 hingga 2004 dan merupakan angsuran kedua dari’ Trilogi Surga ‘. Serial ini mengikuti kisah cinta dramatis dengan banyak liku-liku dan dibuat ulang di Filipina pada 2009, Indonesia pada 2011, dan Rusia serta Kamboja pada 2016.

Winter Sonata

https://www.youtube.com/watch?v=3tdnHMYThfE

‘Winter Sonata’ adalah bagian lain dari kuartet ‘Unknown Number’ bersama dengan ‘Musim di Hatiku’ dan mengikuti seorang pria yang menderita amnesia saat kecil dan bersatu kembali dengan orang-orang dari masa lalunya. Drama ini dibuat ulang sebagai panggung musikal serta komik Jepang pada tahun 2004 dan anime pada tahun 2009. Itu juga dibuat ulang di Cina sebagai ‘Rumah dan Wajah Opposit’ dan pada tahun 2012 di Indonesia sebagai ‘Moy I Love You.’

Autumn in My Heart

Drama ini juga ditayangkan pada tahun 2000 dan merupakan bagian dari koleksi 4 seri berjudul ‘Endless Love.’ ‘Autumn in My Heart’ bercerita tentang 2 gadis yang ditukar saat lahir dan banyak pengalaman yang mereka alami setelah dipersatukan kembali dengan keluarga kandung mereka. Drama ini telah dibuat ulang di Indonesia, Filipina, Thailand, Turki, dan Cina sebagai drama dan webtoon.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Refocusing Anggaran MBG Makin Berpihak pada Kerentanan

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Setelah lebih dari satutahun berjalan dan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, pemerintah kini melakukan refocusing atau penajaman sasaran program. Langkahtersebut bukan sekadar upaya efisiensi anggaran, melainkan bagian dari strategi untukmemastikan setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar memberikan dampakmaksimal terhadap perbaikan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan.Di tengah tantangan fiskal global, tekanan ekonomi internasional, serta kebutuhanpembangunan di berbagai sektor, pemerintah memilih pendekatan yang lebih terukur. Fokus tidak lagi semata-mata pada besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi padakualitas intervensi dan ketepatan sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwapemerintah tidak sedang mengurangi komitmen terhadap pembangunan sumber dayamanusia, melainkan memperkuat efektivitas program agar hasilnya lebih nyata.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjadi figur yang pertama kali menjelaskan arah kebijakan baru tersebut. Menurutnya, pemerintah telah memutuskanuntuk menggeser orientasi program dari mengejar kuantitas menuju peningkatankualitas pelaksanaan. Dalam berbagai kesempatan, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak lagi menjadikan target puluhan juta penerima sebagai satu-satunya ukurankeberhasilan program. Sebaliknya, perhatian diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, terutama masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, danterluar (3T), wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, serta kelompok rentan lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang membenahi tata kelola program melaluirefocusing penerima manfaat, optimalisasi dapur yang sudah ada, moratorium pembangunan dapur baru, serta pencarian sumber pendanaan alternatif agar bebanAPBN dapat lebih terkendali. Langkah tersebut diyakini dapat menghasilkanpenghematan yang signifikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan gizi yang diterima masyarakat.Lebih jauh, Nanik menilai bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukanoleh jumlah paket makanan yang dibagikan setiap hari. Yang jauh lebih penting adalahsejauh mana program mampu menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizianak, serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan kelompok rentan. Karenaitu, pemerintah memilih untuk mengarahkan sumber daya pada wilayah yang selama inijustru belum banyak tersentuh layanan gizi. Pendekatan tersebut sejalan denganarahan Presiden agar manfaat program dapat lebih dahulu dirasakan oleh masyarakatyang menghadapi kerentanan paling tinggi. Setelah arah kebijakan tersebut dijelaskan oleh Kepala BGN, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari kemudian memberikan gambaran lebih rinci mengenai implementasirefocusing yang sedang disiapkan pemerintah. Menurut Agustina, BGN saat inimelakukan berbagai simulasi untuk memastikan bahwa indikator keberhasilan program dapat dicapai secara lebih efektif dan spesifik. Evaluasi dilakukan terhadap komposisipenerima manfaat agar intervensi gizi benar-benar menyasar kelompok yang memilikikebutuhan paling besar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menelaah kembalicakupan penerima manfaat yang sebelumnya dirancang sangat luas, sehingga program dapat menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam jangka panjang.Agustina juga menekankan bahwa proses penyesuaian tersebut merupakan bagiannormal dari perencanaan anggaran pemerintah. Dengan mempertimbangkan efektivitasprogram dan kondisi fiskal negara, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiapalokasi anggaran memberikan manfaat yang optimal. Dalam berbagai pembahasananggaran tahun 2027, BGN mengkaji kemungkinan pengurangan penerima manfaatyang dinilai tidak lagi menjadi prioritas utama, sehingga ruang fiskal dapat difokuskankepada kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak mengurangi perhatian terhadap isu gizi, melainkan memperkuat ketepatan sasaran kebijakan.Pandangan tersebut mendapat dukungan dari kalangan pasar dan pelaku ekonomi. Head of Research Kiwoom Sekuritas,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini