Waduh! Udah Diundang Tapi JK Rowling Pilih Gak Datang ke Reuni Harry Potter Gegara Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – HBO Max buat program spesial ulang tahun ke-20 ‘Harry Potter’ dengan judul ‘Return to Hogwarts’. Namun yang menjadi perhatian publik ialah ketidakhadirannya sang pencipta dan penulis ‘Harry Potter’, J.K Rowling.

Melansir dari Entertainment Weekly, menurut laporan J.K Rowling memilih gak hadir ke dalam acara tersebut bersama pemeran-pemeran dari franchise Harry Potter. Lantaran perbedaan pendapat mengenai LGBTQ.

Padahal ia udah diundang untuk menghadiri acara tersebut untuk mengenang adaptasi kedelapan filmnya yang terinspirasi dari novel ciptaannya. Karena Rowling gak hadir, akhirnya produser dari Return to Hogwarts menggantinya dengan menggunakan rekaman arsip dari 2019.

Perbedaan pendangan itu berawal dari Rowling yang mengatakan bahwa transgender wanita bukanlah wanita. Akibatnya beberapa pihak termasuk para aktor utama Harry Potter (Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Eddie Redmayne) bertolak belakang dengan gagasan Rowling.

Hingga perwakilan dari Rowling gak bisa berkomentar terkait hal ini. Bahkan rekaman arsip Rowling juga jarang muncul dalam acara ‘Return to Hogwarts‘.

Sementara itu, dalam acara spesial ini bisa kalian tonton secara streaming melalui HBO Max pada Sabtu 1 Januari 2021 pukul 12 pagi waktu setempat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini