Waduh! Shakira akan Diadili di Pengadilan Atas Tuduhan Penipuan Pajak di Spanyol

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Usai alami patah hati karena putus dengan sang mantan kekasih. Kini Shakira malah terlibat penipuan pajak Spanyol.

Melansir dari Just Jared, penyanyi yang berusia 45 tahun itu akan diadili di pengadilan. Namun, tanggal untuk memulai persidangannya masih belum ditetapkan.

Menurut Associated Press, seorang hakim Spanyol telah menyetujui kasus tersebut untuk dilanjutkan ke pengadilan. Keputusan itu muncul setelah Shakira menolak kesepakatan pembelaan pada Juli 2022.

Shakira dituduh telah berhutang pajak sebesar 13,9 juta Dolar AS atau sekitar 211,73 miliar Rupiah. Dana tersebut dilaporkan tidak dibayarkan ke Spanyol antara 2012 dan 2014.

Namun, tim hukumnya telah membantah tuduhan tersebut. Kini, mantan Gerard Pique harus menghadapi enam tuduhan penipuan pajak.

Shakira bisa dikenai hukuman delapan tahun penjara, jika terbukti bersalah. Sebelumnya, ia sudah dituduh telah melakukan penggelapan pajak sejak Juli 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini