Waduh! Netizen Hujat Nama Anak Rizky Billar-Lesti Kejora: Kirain Bakal Keren

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pasangan selebritis, Rizky Billar dan Lesti Kejora tengah berbahagia usai menyambut putra pertama mereka. Belum lama ini, dua sejoli itu juga membagikan wajah dan nama sang anak.

Namun, di tengah momen bahagia itu, tak sedikit netizen yang justru menjulidi nama dari anak Rizky dan Lesti. Pasalnya, putra pertama mereka diberi nama gabungan dari Rizky Billar dan Lesti, yakni Muhammad Leslar Al-Fatih Billar.

Warganet menganggap, Lesti dan Rizky tak kreatif memberi nama. Dan berpikir nama Leslar sangat lah aneh.

“Kasihan anaknya malu dikasih nama Leslar.”

“Dikirain keren namanya Baby L, taunya Leslar.”

“Gak bisa bayangin ntar dia gede malu nggak ya sama namanya?”

Momen nama Leslar itu pun mendadak jadi trending topic di Twitter. Hingga kini, belum ada tanggapan dari Rizky Billar maupun Lesti terkait hujatan netizen pada nama anaknya.

Hmm, gimana menurut kamu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini