Waduh, Kangen Mantan Setelah Menikah? Nih Tipsnya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Inget mantan? Kangen dengan setiap kenangan? Well, hal itu memang kadang terjadi dan menghampiri, meski kamu telah memiliki kekasih atau tambatan hati.

Bahkan, kendati kamu telah menikah dan hidup bahagia sekali pun, ada hal-hal kecil yang memicu kenangan dengan mantan. Don’t worry, hal itu terjadi pada semua orang kok!

Tapi yang perlu kamu catat, jangan pernah membuat kesalahan dengan menghubunginya, baik mengirim pesan atau menelponnya! Sebagai gantinya, berikut beberapa tips saat kamu sedang dilanda kerinduan akan sosok sang mantan setelah menikah.

Tuliskan perasaanmu

Melansir Times of India, buatlah jurnal, tulis perasaan kamu, ungkapkan dengan kata-kata dan curahkan tetapi jangan panggil dia sama sekali atau menulis namanya! Ini dapat membantu bagi kamu yang tidak mampu berbicara tentang perjuanganmu menahan kerinduan. Dan pastikan jurnal yang tulis disimpan di tempat yang aman ya.

Ingat alasan mengapa dia menjadi mantan

Kecuali jika itu adalah pernikahan paksa, perjodohan, pikirkan alasan mengapa orang ini menjadi mantan! Kamu putus karena sesuatu hal. Dan dia menjadi mantan mungkin karena beberapa masalah, seperti pertengkaran, perbedaan sudut pandang hingga perbedaan alam, budaya, nilai dll. Ingat itu!

Nikmati hobimu

Kamu merindukan seorang mantan ketika kamu tidak memiliki tugas di tangan atau pekerjaan, sehingga membuatmu mengingatnya. So, untuk mengatasinya, lakukan apa yang kamu sukai, termasuk hobi favoritmu, bisa memasak atau aktivitas lain yang dapat membuatmu sibuk.

Temui teman-temanmu

Buatlah rencana dengan teman-temanmu. Hubungi mereka yang sudah lama tidak berjumpa denganmu. Ingat, jangan sendirian di rumah! Mengajak pasanganmu berkencan, tentu merupakan solusi terbaik dan ingatkan dirimu bahwa sosok di depanmu saat ini adalah dia yang pantas mendapatkan cinta dan perhatianmu. Buang sang mantan!

Memperbaiki diri

memperbaiki diri harus selalu menjadi agenda. Jika kamu sedang merindukan mantan, yang terbaik adalah mengalihkan perhatianmu untuk melakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri daripada membiarkan emosi negatif atau sedih meresap ke jiwamu. Kamu bisa pergi berbelanja, manjakan dirimu, pergi ke kafe favoritmu dan nikmati secangkir kopi atau cokelat hangat.

Travel

Buat rencana dengan pasanganmu dan lakukan perjalanan pendek atau panjang, apa pun yang dimungkinkan oleh kantong dan waktumu. Berjalan-jalan atau liburan dengan pasanganmu adalah yang kamu butuhkan untuk menjernihkan pikiran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Hijau, Jalan Baru Pemerintah Menciptakan Jutaan Lapangan Kerja Masa Depan

Oleh: Naufal AkbarDi tengah tantangan perlambatan ekonomi global, ancaman perubahan iklim, dandinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah, Indonesia membutuhkan strategipembangunan yang tidak hanya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi jugamenciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, komitmenpemerintah mendorong transformasi ekonomi hijau menjadi salah satu langkahstrategis yang patut diapresiasi karena menawarkan solusi ganda: menjaga lingkungansekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.Selama beberapa dekade, pembangunan ekonomi sering kali dihadapkan pada dilemaantara pertumbuhan dan pelestarian lingkungan. Namun paradigma tersebut kini mulaiberubah. Berbagai negara di dunia membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapatberjalan beriringan dengan upaya perlindungan lingkungan melalui penerapan ekonomihijau. Indonesia pun semakin menunjukkan keseriusannya untuk mengambil perandalam transformasi tersebut.Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa kebutuhan terhadap profesi berbasiskeberlanjutan akan terus meningkat seiring percepatan transformasi ekonomi hijau di Indonesia. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa agenda lingkungan bukan sekadarupaya konservasi, tetapi telah berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baruyang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.Berbagai profesi baru diperkirakan akan tumbuh pesat pada masa mendatang. Mulaidari ahli energi terbarukan, pengelola sampah modern, insinyur lingkungan, penelitibiodiversitas, analis karbon, spesialis ekonomi sirkular, hingga wirausaha hijau akanmenjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi masa depan. Kehadiran profesi-profesitersebut memperlihatkan bahwa transformasi hijau bukan ancaman bagi dunia kerja, melainkan peluang yang membuka ruang bagi lahirnya jutaan pekerjaan baru yang lebih berkualitas.Komitmen pemerintah ini juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden PrabowoSubianto yang menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu fondasi menujuIndonesia Emas 2045. Melalui pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanyaberorientasi pada pencapaian angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikanbahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih inklusif dan berkelanjutan.Potensi penciptaan lapangan kerja hijau semakin besar karena Indonesia memilikimodal yang sangat kuat. Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove yang luas, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta garis pantaiterpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki sumber daya yang dapat menjadi fondasipengembangan ekonomi hijau. Upaya menjaga hutan, melindungi gambut danmangrove, mengelola sampah, menjaga kualitas sungai dan laut, hinggamengembangkan ekonomi sirkular bukan hanya penting untuk lingkungan, tetapi jugaberpotensi menciptakan rantai ekonomi baru yang menyerap banyak tenaga kerja.Salah satu contoh konkret dapat dilihat dari target pemerintah untuk mencapaipengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah mendorong pengembangan berbagai teknologi pengolahan sampah sepertiRefuse Derived Fuel (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hinggateknologi pirolisis. Pengembangan sektor ini tentu membutuhkan sumber daya manusiayang kompeten, mulai dari tenaga teknis, operator, peneliti, hingga pelaku usaha yang bergerak dalam industri daur ulang dan ekonomi sirkular.Optimisme terhadap ekonomi hijau juga mendapatkan dukungan dari berbagaikalangan. Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, berpandanganbahwa biaya mempertahankan model pembangunan lama justru semakin mahaldibandingkan melakukan transisi menuju ekonomi hijau. Menurutnya, ekonomi hijauharus dipandang sebagai peluang besar untuk menciptakan sumber pertumbuhanekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai lembaga internasional. United Nations Environment Programme (UNEP) mendefinisikan ekonomi hijau sebagai sistemekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial sekaligusmengurangi risiko lingkungan. Sementara World Bank memperkenalkan konsepinclusive green...
- Advertisement -

Baca berita yang ini