Vitamin E Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Konsumsi 7 Asupan Makanan Berikut Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Meningkatkan daya tahan tubuh di tengah wabah virus corona menjadi hal yang paling diutamakan. Ternyata, daya tahan tubuh bisa ditingkatkan dengan asupan Vitamin E.

Sejumlah makanan diketahui kaya akan kandungan vitamin E. Kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki kandungan vitamin E paling banyak. Beberapa sayuran hijau gelap, buah, dan makanan laut juga mengandung vitamin E.

Berikut sejumlah makanan yang mengandung vitamin E untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengutip Medical News Today.

  1. Biji bunga matahari

Biji bunga matahari dikenal pula dengan istilah kuaci. Camilan satu ini kerap menemani banyak orang Indonesia di tengah waktu santainya. Dalam 100 gram biji bunga matahari mengandung 35,17 miligram vitamin E. Selain vitamin E, biji bunga matahari juga kaya akan serat, protein, potasium, magnesium, dan zync.

  1. Almond

Bukan rahasia lagi, almond menjadi salah satu camilan sehat yang bisa Anda konsumsi. Setiap 100 gram almond mengandung 25,63 vitamin E. Almond juga kaya akan nutrisi lain seperti protein, serat, potasium, dan magnesium. Anda bisa membuat almond panggang sebagai camilan atau menambahkannya ke dalam menu sarapan sereal Anda.

  1. Kacang tanah

Mencamil kacang tanah ditemani secangkir teh hangat bisa membuat sore Anda terasa nikmat. Tak hanya itu, kacang tanah juga kaya akan manfaat. Lewat vitamin E yang dimiliki, kacang tanah dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Ada sekitar 4,93 miligram vitamin E dalam setiap 100 gram kacang tanah.

  1. Minyak

Beberapa jenis minyak diketahui kaya akan vitamin E. Sebut saja minyak biji gandum yang dalam satu sendok makannya mengandung 20,32 miligram vitamin E.

Selain itu ada pula minyak bekatul (4,39 miligram per 1 sdm) dan minyak biji anggur (3,92 miligram per 1 sdm).

  1. Alpukat

Alpukat dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi. Dalam 100 gram alpukat terkandung 2,07 miligram vitamin E. Dalam ukuran yang sama, alpukat juga mengandung 10 miligram vitamin C. Hal ini membuat alpukat menjadi salah satu buah yang tepat dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Bayam

Sama seperti alpukat, bayam juga dikenal sebagai salah satu sayur yang kaya akan nutrisi penting untuk tubuh. Dalam 100 gram bayam mentah terkandung sebanyak 2,03 miligram vitamin E. Selain itu, bayam juga mengandung nutrisi lainnya seperti vitamin A, vitamin C, serat, dan potasium.

  1. Daun buah bit

Buah bit dikenal kaya akan manfaatnya untuk kesehatan. Selain dari dagingnya, manfaat itu juga bisa didapat dari daun buah bit. Dalam 100 gram daun buah bit mengandung sebanyak 1,81 miligram vitamin E. Selain itu, daun buah bit juga mengandung vitamin A, vitamin C, potasium, serat, zat besi, dan kalsium.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini