Viral! Rincian Gaji Kuli Bangunan, Netizen: Jangan Heran Motornya Bagus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Postingan netizen yang merinci gaji kuli bangunan selama satu minggu menjadi viral. Tak hanya itu, mengunggah foto kendaraan milik para kuli bangunan tersebut.

Rincian gaji itu dibagikan oleh akun Twitter @kanyamary pada Rabu 16 Juni 2021. Berdasarkan unggahan tersebut, gaji kuli bangunan selama satu hari rata-rata Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.

Kuli bangunan yang bekerja selama 10 jam biasanya akan mendapatkan upah sebesar Rp 150 ribu. Hal ini berbeda dengan kuli bangunan yang bekerja selama 12 jam.

Dalam rincian tersebut, terlihat bahwa kuli bangunan bisa mendapatkan gaji jutaan rupiah hanya dalam waktu seminggu. Mereka akan mendapatkan gaji Rp 1 juta dalam satu minggu bekerja.

Tak hanya itu, kuli bangunan juga mendapatkan fasilitas seperti makanan dan minuman. Kuli bangunan akan mendapatkan tempat sederhana untuk mereka beristirahat.

Si pengunggah pun mengingatkan untuk tidak meremehkan kuli bangunan.

“Kalo ketemu kuli yg motornya bagus/baru, jangan heran dulu. Gaji kuli harian yg jasanya kita pake rata2 100-150rb per hari. Seminggu bisa hampir sejuta bahkan lebih, sebulan? Haha hitung sendiri, yg jelas lebih dari umr semarang kan. Buat cewe2 jangan malu kalo pacar kalian kuli,” tulisnya.

Postingannya itu pun viral dan mendapat beragam komentar dari netizen. Hingga artikel ini dibuat postingan itu sudah mendapat lebih dari 7 ribu likes.

“Secara kasar memang gede. Tapi tentu ada resiko pekerjaan sama kebutuhan lain yang perlu mereka penuhi, terutama yang sudah berkeluarga. Belum lagi pekerjaan kuli/buruh bangunan itu untung-untungan, kadang dapet kadang nggak. Kalau mereka bisa manage, ya untung gede. Kalau gak?,” komentar @ra***hfr.

“adahal cowo yang kerja di kantor ya kuli juga, cuma bagus aja bajunya haha,” kata @do***nyy.

“Sayangnya banyak temen2 saya yang kuli uangnya habis buat rokok+mabuk+judi Loudly crying facetapi ada kok yg pinter mengelola uangnya dan bisa beli ini itu dan bahkan bisa bangun rumahnya,” tulis @chai***nwar__.

“Itulah makanya sudah saatnya tidak memandang sebelah mata para pekerja kasarHugging face,’ komentar @Farre*****stine.

“kuli gaji besar tapi ga stabil. Skrg ada proyekan, bulan depan belum tentu. *kebanyakan* orang pengen jadi pns atau perangkat negara lainnya krn banyak orang yg mencari kestabilan dibanding gaji besar. buat apa gaji besar kalo khawatir bulan depan bisa makan apa engga,” tulis @bo***obi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini