Uwu Banget! Irwansyah Panik Tangan Zaskia Sungkar Iritasi usai Mencuci, Bikin Netizen Iri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pasangan selebritas Zaskia Sungkar dan Irwansyah menadadak jadi pusat perhatian netizen. Bukan perihal putra pertama mereka, melainkan perhatian Irwan pada Kia yang mengalami iritasi kulit di tangannya.

Hal itu bermula dari unggahan Kia yang memperlihatkan tangannya merah-merah dan gatal usai mencuci pakaian. Sontak, sang suami pun panik bukan kepalang dan segera menelepon tenaga medis untuk memberi Kia pertolongan.

“Guys ini aku masih kompres gak tau ini masih berasa panas, yang satu panik kasihan,” kata Kia pada Irwan sembari memperlihatkan tangannya yang merah.

Dalam video yang diunggah Kia di IG storynya itu, terlihat Irwan nampak panik sembari menelepon beberapa dokter. Kia pun mencoba menenangkan Irwan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Yaudah yang ini aku lagi kompres kok, Insha Allah bentar lagi ilang,” kata Kia.

“Gak bisa yang, itu merah kayak gitu,” kata Irwan panik.

Alhasil momen uwu mereka pun turut diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah. Warganet pun riuh dan memberikan beragam komentar atas aksi dua sejoli tersebut.

“Sepanik itu suaminya cuma karna cuci pake tangan dan kek alergi gitu ….masyaallah idaman bangettt,” kata akun eka_mellya.

Namun, tak sedikit pula yang merasa aksi Irwan dan Kia berlebihan padahal hanya masalah iritasi usai mencuci.

“Orang ngga pernah nyuci, di suruh nyuci,” kata akun fanny_sarii.

“Gara2 abis nyucii tangannya merah2. Apakabar kita yg nyuci ber-bak bak,” komentar akun nengfiirda.

Hmm, gimana menurut kamu gaes?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Jalan Inpres Daerah: Infrastruktur dan Jalan Kesejahteraan

*) Oleh: Maya Sri LestariPembangunan infrastruktur selama ini sering dipandang sebatas proyek fisik yang menghasilkan jalan, jembatan, atau sarana transportasi lainnya. Padahal, bagimasyarakat di daerah, infrastruktur jalan merupakan fondasi utama yang menentukankelancaran aktivitas ekonomi, akses layanan publik, dan pemerataan pembangunan. Dalam konteks tersebut, peresmian ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) menunjukkankomitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional sekaligus membukajalan menuju kesejahteraan yang lebih merata. Kebijakan ini menjadi bukti bahwapembangunan tidak hanya difokuskan pada kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih besar.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jalan daerah merupakan urat nadiperekonomian rakyat. Pernyataan tersebut memiliki dasar yang kuat karena sebagianbesar aktivitas produksi masyarakat berlangsung di wilayah pedesaan dan daerahpenyangga ekonomi nasional. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagaiproduk usaha mikro dan kecil sangat bergantung pada ketersediaan akses jalan yang memadai untuk menjangkau pasar. Tanpa konektivitas yang baik, biaya distribusimenjadi tinggi dan daya saing produk lokal semakin melemah. Oleh karena itu, pembangunan jalan daerah tidak hanya menciptakan akses fisik, tetapi juga memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat.Lebih jauh, kehadiran jalan yang berkualitas mampu menghubungkan desa-desaproduktif dengan pusat perdagangan, kawasan industri, serta jaringan logistiknasional. Selama ini, banyak daerah memiliki potensi ekonomi besar namunterhambat oleh buruknya infrastruktur transportasi. Akibatnya, biaya pengangkutanmeningkat, waktu distribusi menjadi lebih lama, dan keuntungan yang diterimamasyarakat menjadi tidak optimal. Melalui pembangunan jalan daerah yang lebih luasdan terintegrasi, hambatan tersebut dapat dikurangi sehingga manfaat ekonomi dapatdirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.Selain itu, pembangunan jalan daerah juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Infrastruktur yang baik mempercepat akses masyarakat terhadap pendidikan, layanankesehatan, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Anak-anak sekolah dapat menempuhperjalanan dengan lebih aman dan efisien, sementara masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat memperoleh akses yang lebih cepat ke pusatpelayanan. Dengan demikian, pembangunan jalan tidak hanya berkontribusi terhadappertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secarakeseluruhan.Sejalan dengan visi tersebut, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskanbahwa Program Inpres Jalan Daerah merupakan tindak lanjut dari Instruksi PresidenNomor 11 Tahun 2025 yang berfokus pada percepatan konektivitas guna mendukungswasembada pangan, energi, dan air. Kebijakan ini menunjukkan bahwapembangunan jalan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besarpembangunan nasional. Konektivitas yang baik memungkinkan distribusi hasilproduksi berlangsung lebih efisien, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomidaerah. Dalam konteks swasembada pangan, keberadaan jalan yang memadaimenjadi faktor penting untuk memastikan hasil panen dapat segera sampai ke pasar tanpa mengalami hambatan logistik yang merugikan petani.Selanjutnya, penguatan konektivitas juga berperan dalam menjaga stabilitas rantaipasok nasional....
- Advertisement -

Baca berita yang ini