Tips Fashionable dengan Outfit Colorful

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi sebagian orang, menggunakan outfit colorful itu terlihat norak. Padahal bila pintar mix and match outfit colorful, gaya yang kita kenakan terlihat lebih atraktif dan fashionable.

Buat Kamu yang masih takut dan bingung eksplorasi outfit colorful, bisa lihat inspirasi sylist ala Medicaliens dari Shealyn Aisyah Laila.

Btw, dia adalah seorang selebgram tanah air yang mempunyai ciri khas fashion colorful di Instagram. Cus kepoin deh!

1. Buat kamu yang ingin tampil nyentrik tapi belum berani bermain warna, bisa banget nih mix and mach kemeja putih dengan rompi kuning dan padukan dengan celana hijau loreng. Gunakan juga boots hitamuntuk mempertegas fashion.

2. Ingin mengikuti fashion trand 80-an namun tetap terlihat sporty, bisa menggunakan perpaduan bomber jacket wana-warni, celana training hijau, dan sepatu sneakers, agar terap fashionable dan eye catching.

3. Padukan turtleneck warna hijau stabilo dengan track pants warna orange cerah untuk gaya color block yang aktraktif. Bisa juga gunakan t-shirt hitam untuk kesan cool. Outfit ini simple sehingga cocok dipakai untuk hangout.

4. Tidak nyentrik tapi tetep eye catching. Dengan perpaduan kemeja hijau oversize dan celana loreng hitam putih, menjadi pilihan pas buat kamu yang berbadan gemuk karena menggunakan kemeja oversize membuat kamu lebih cute. Jangan lupa gunakan boots agar terlihat lebih tinggi.

5. Simple tapi tetap menarik. Padukan t-shirt merah dengan turtleneck warna warni, dan celana hitam motif bunga agar tetap terlihat simple. Outfit ini cocok untuk kamu yang ingin menonton konser usai pandemi berlalu.

Terbukti bukan outfit colorful tetap bisa fashionable dan tidak norak. Outfit nomer berapa yang ingin kamu tiru?

Reporter: Nining Melani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman )*Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsungdengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikansecara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiapkebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional.Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswamemiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampumenghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakanbagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabiladisampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasionalmaupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia.Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementaraketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadikenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian darimekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditasmerupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antarapermintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidakdapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyaknasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitikinternasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadapharga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazimterjadi.Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secarasederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulaidari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadapdaya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangantersebut merupakan tantangan yang tidak ringan.Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakatmelalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisiekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjagakeseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanatkonstitusi.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat inimasih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melaluiKementerian Energi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini