Tim Avengers Rahasia dalam Serial ‘Secret Invasion’ akan Pecahkan 2 Masalah Utama Marvel

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Pengenalan MCU tentang tim Secret Avengers baru akan memecahkan dua masalah besar. Dua masalah itu adalah ketidakseimbangan kekuatan antara beberapa pahlawan Marvel dan ketidakadilan yang berkelanjutan yang diderita oleh wakil direktur SHIELD Maria Hill.

Melansir dari Screen Rant, Maria kemungkinan akan muncul kembali sekali lagi bersama Nick Fury (yang diperankan oleh Samuel L. Jackson) dalam serial ‘Secret Invasion’ yang segera rilis di Disney+.

Marvel Cinematic Universe (MCU) tampaknya sudah siap untuk memperkenalkan beberapa tim superhero baru setelah Avengers, Proto-Secret Avengers Captain America, Revengers, dan Guardians of the Galaxy. Ada kemungkinan kelompok ini akan direformasi untuk Avengers fase lima dengan adanya Dark Avengers, Thunderbolts, Young Avengers, Fantastic Four, dan X-Men.

Selain memecahkan dua masalah tersebut, Maria juga akan mengatasi masalah dengan memiliki begitu banyak kemungkinan Avengers dari seluruh spektrum kekuatan dari Secret Avengers. Berdasarkan komiknya, ia akan memimpin Secret Avengers yang merupakan misi tersebunyi dari Hawkeye, Black Widow, dan Taskmaster.

Kehadiran Maria merupakan sebuah pengingat tegas bahwa kepahlawanan bukan hanya tentang menghancurkan penjahat. Tapi tentang menyelamatkan warga sipil dengan menghasilkan strategi yang berhasil.

MCU akan memiliki waktu yang fantastis dengan pengaturan Secret Avengers. Karena Hawkeye akan menunjukkan bahwa Marvel Studios dapat dengan mudah menangani pertempuran kecil-kecilan dan humor.

Sementara itu, serial ‘Secret Invasion’ akan segera tayang pada 2022 ini. Penggemar bisa saksikan melalui platform layanan streaming Disney+.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini