‘The Outlaws 2’ Belum Tayang Tapi akan Digarap Sampai Sekuel Ketiga

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Film aksi waralaba ‘The Outlaws’ kabarnya akan terus berlanjut sampai film ketiga. Menurut laporan, kini kru produksi tengah dalam proses pra-produksi untuk casting pemeran ‘The Outlaws 3’.

Melansir dari Spotv News, ‘The Outlaws 2’ sebenarnya sudah lama selesai syuting. Namun belum juga tayang karena pandemi.

‘The Outlaws 2’ sudah rampung sekitar setahun perjalanan sejak Juni 2021 lalu. Diumumkan bahwa film ini akan segera tayang di bioskop pada 2022.

Walau belum tayang di bioskop, tapi film yang dibintangi oleh Ma Dongseok dan Son Seokgu ini sudah berada di tahap awal untuk persiapan sekuel ketiganya. Film ini menceritakan kisah organisasi kriminal Tiongkok yang brutal dan polisi mencoba untuk menyingkirkan organisasi tersebut.

Film ketiganya ini masih belum diketahui jadwal perilisan penayangan resminya. Tapi diharapkan film ketiganya ini akan dirilis dengan jarak waktu yang tak panjang dari film keduanya.

Sementara itu, Ma Dongseok diketahui telah bergabung dengan Marvel Cinematic Universe (MCU) melalui film ‘The Eternals’. Hingga kedepannya, Ma Dongseok akan terus bekerja sama dengan Marvel dan kemungkinan akan ada jadwal syuting yang bentrok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini