The Lord of The Rings Jadi Serial, Elijah Wood aka Frodo Ambil Bagian?

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Film super laris The Lord of The Rings (TLOTR) tengah dibuatkan versi serialnya. Namun, belum ada kejelasan apakah tokoh utama yakni Elijah Wood yang berperan sebagai Frodo Baggins akan ambil bagian dalam serial ini.

Ketika diwawancarai Indiewire, Wood berkata sebenarnya ia ingin ambil peran dalam serial tersebut, selama masuk akal baginya.

“Saya ingin menjadi cameo, bila masuk akal dan natural. Saya mau,” kata Wood, seperti dikutip pada Minggu 12 Juli 2020.

Karakter Frodo yang diperankan Wood dalam Trilogi TLOTR adalah tokoh utama, sang pewaris cincin terkutuk milik Sauron. Tentu, para fans film ini yang cukup fanatik tak rela jika Wood tidak mendapat tempat dalam serial.

Serial TLOTR ini juga menampilkan karakter Aragorn, yang pada filmnya diperankan Viggo Mortensen. Namun, untuk serial, Mortensen dipastikan tak ambil bagian.

Lebih lanjut, Wood mengaku tertarik dengan serial The Lord of The Rings. Namun menurutnya penyebutan judul serial ini sedikit salah karena yang diceritakan dalam serial justru sebelum masa The Lord of The Rings.

Produksi serial The Lord of The Rings yang berlangsung di Auckland Barat, Selandia Baru, sempat ditunda pada Maret lalu. Kala itu tim produksi baru berhasil menyelesaikan syuting dua episode pertama, dan harus terhenti karena pandemi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini