Terungkap! Raffi Ahmad Pernah Nge-Gebet Tia Ivanka

Baca Juga

MATA InDONESIA, JAKARTARaffi Ahamad dulu memang terkenal playboy. Ia pernah nge-gebet sejumlah artis cantik mulai dari Laudya Cynthia Bella hingga Yuni Shara.

Namun, baru-baru ini Asisten Raffi Ahmad, Muhammad Sadeli atau akrab disapa Merry mengungkap ada sosok lain yang tak pernah sampai ke telinga publik. Cewek itu ialah Tia Ivanka.

“Ada lagi nggak syuting aku yuk ikut syuting tau tau ke nyamperin ke BSD. Ada lagi mbak Tia Ivanka. Maaf saya bukan cerita sekarang, itu kan dulu,” kata Merry di acara ‘Okay Bos’.

BACA JUGA: Tega! Raffi Ahmad Ngakak Lihat Nagita Nangis Kejer Nonton ‘Crash Landing on You’

Seperti sudah terbiasa dengan masa lalu suaminya, Nagita Slavina hanya bereaksi sederhana ketika mendengar fakta yang terucap dari mulut Merry. Nagita hanya bisa tersenyum sambil kemudian tertawa saat mendengarnya.

“Tapikan aku sudah tahu, kan kamu sudah cerita,” ucap Nagita Slavina sambil tersenyum.

Merry mengungkapkan alasannya berani membongkar masa lalu Raffi Ahmad. Hal ini karena ia merasa itu sudah masa lalu jadi tidak perlu lagi menjadi persoalan saat ini.

Apalagi, lanjutnya, Raffi Ahmad sudah mendapat istri cantik dan anak yang lucu. “Itu kan dulu, itu kan dulu. Bos maaf, kenapa saya buka sekarang, itu kan dulu. Kalau sekarang kan alhamdullilah sudah dapat istri yang sabar, yang baik, anak yang cantik,” kata Merry.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman )*Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsungdengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikansecara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiapkebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional.Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswamemiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampumenghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakanbagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabiladisampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasionalmaupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia.Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementaraketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadikenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian darimekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditasmerupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antarapermintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidakdapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyaknasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitikinternasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadapharga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazimterjadi.Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secarasederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulaidari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadapdaya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangantersebut merupakan tantangan yang tidak ringan.Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakatmelalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisiekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjagakeseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanatkonstitusi.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat inimasih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melaluiKementerian Energi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini