Terungkap, Jumlah Uang yang Diberikan Raffi Ahmad untuk Nagita Slavina Per Bulan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagai suami yang menyandang status Sultan Andara, pasti penasaran berapa nafkah yang diberikan Raffi Ahmad untuk Nagita Slavina setiap bulan. Kira-kira berapa ya?

Sebagai salah satu selebritis terkaya di Indonesia, Raffi Ahmad jelas nggak kekurangan uang. Apalagi bisnisnya yang semakin menggurita membuatnya mendapat julukan Sultan Andara.

Raffi Ahmad punya perusahaan RANS Entertainment yang bergerak di bidang hiburan dan juga olahraga. Pasti banyak yang penasaran, berapa nominal uang yang dikasih Raffi untuk sang istri, Nagita, per bulannya.

Dalam perbincangan bersama Andre Taulany, mantan host ‘Dahsyat’ itu mengaku total memberikan 200 juta untuk Nagita per bulan. Tapi, tidak semuanya dalam bentuk uang tunai.

“Nagita mah aku jatah. Ada-lah aku kasih cash 50 juta Rupiah. Terus tiga kartu kredit, 50 juta Rupiah, 50 juta Rupiah, dan 50 juta Rupiah. Jadi (total) sampai 200 juta Rupiah,” ujar Raffi.

Rupanya Nagita tak pernah menghabiskan uang yang diberikan Raffi selam satu bulan. Sebab, ibunda Rafathar memilih memakai uang penghasilannya sendiri.

“Tapi, dia hebatnya nggak pernah habisin, dia pakai uangnya sendiri. Jadi, dia kalau misalnya ada credit card gitu, ya pakai kalau perlu aja,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini