Tersebar di Sosmed, Pihak Keluarga Vanessa Angel Minta Netizen Tak Bagikan Foto Jenazah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kecelakaan yang menimpa Vanessa Angel dan Bibi Ardiasnyah mengejutkan jagat hiburan tanah air. Pasangan suami istri itu meninggal dunia saat menempuh perjalanan darat Jakarta-Surabaya, Kamis 4 November 2021.

Kabar duka ini sontak menyebar luas ke sosial media. Termasuk foto-foto jenazah Vanessa dan Bibi dalam insiden tersebut.

Lebih lanjut, pihak keluarga Vanessa dan Bibi pun buka suara. Lewat tulisan akun IG, @fuji_an, ia meminta agar netizen berhenti menyebarkan foto-foto jenazah Vanessa dan Bibi.

“Teman-teman, dengan segala hormat, kami dari pihak keluarga almarhum Bibi Ardiansyah dan Vanessa Angel memohon untuk tidak menyebarkan foto-foto almarhum dan almarhumah,” tulisnya.

Fuji juga meminta doa untuk Vanessa dan Bibi agar mereka tenang dan diterima di sisi-Nya.

“Mohon doa untuk kelancaran perjalanan jenazah dari Surabay ke Jakarta, semoga Almarhum dan Almarhumah ditempatkan di tempat yang terbaik,” tulisnya.

Unggahan Fuji ini sontak mengundang perhatian netizen. Mereka turut meminta warganet lainnya agr tak lagi menyebarkan foto-foto jenazah Vanessa dan Bibi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini