Tebu Cocok untuk Diet, Mitos atau Fakta?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Bagi seseorang yang sedang menjalani program diet, konsumsi yang manis-manis tentu saja akan dikurangi agar berat badan tidak bertambah.

Nah, untuk mensiasati agar tetap merasakan manisnya makanan atau minuman saat diet, air tebu kerap dijadikan alternatif karena dianggap tidak menaikkan berat badan. Tapi, benarkah itu?

Mengutip boldsky.com, ternyata tebu benar aman dikonsumsi saat menjalani diet. Air tebu tidak mengandung lemak dan kalorinya pun rendah.

Besaran kalori per 100 gram tebu hanya 270 kalori. Jumlah ini tergolong aman bagi seseorang yang menghindari penumpukan kalori dalam tubuh.

Selain itu, tebu mengandung pemanis alami, beda dengan gula biasa yang telah diolah, bahkan bercampur bahan-bahan tambahan lainnya. Tebu juga tergolong panganan yang kaya dengan serat.

Tentu saja, semakin banyak serat masuk dalam tubuh, maka semakin lama rasa kenyang bertahan sehingga terhindar dari konsumsi makanan berlebih yang membuat diet gagal total.

Tebu juga bisa mengatasi salah satu penyebab terhambatnya proses penurunan berat badan, yaitu masalah peradangan. Tak hanya itu, tebu juga membantu melancarkan pencernaan, sehingga fungsi usus menjadi lebih baik dalam proses pencernaan.

Jadi, agar tetap merasakan manisnya makanan dan minuman saat diet, tebu bisa jadi alternatif yang ampuh dan aman.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini