Tanggapi Candaan Netizen, Titi DJ: Fix, Gue Bikin Lagu Judulnya ‘Tulus’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sukses besar! Lagu baru milik Tulus yang berjudul ‘Hati-Hati di Jalan’ berhasil mencetak sejarah industri musik Indonesia. Karena boomnya lagu ini, nama Titi DJ pun diseret oleh netizen.

Penyanyi senior tersebut sempat menjadi trending topic seiring ramainya lagu tersebut dibicarakan. Ternyata netizen beramai-ramai meminta Titi DJ untuk membuat lagu berjudul ‘Tulus’.

Sebab selama ini, nama Titi DJ selalu merujuk pada singkatan kalimat gaul dari zaman dulu. Singkatan tersebut berasal dari nama Titi DJ yang kepanjangannya adalah ‘Hati-Hati di Jalan’.

Sehingga jadi banyak netizen yang minta Titi DJ untuk membuat lagu dengan judul ‘Tulus’. Siapa sangka, guyonan tersebut sampai pada Titi DJ.

Melalui akun Instagram pribadinya, Titi DJ memposting pernyataannya lewat Instagram Story.

“OK FIX! GW BIKIN LAGU JUDULNYA ‘TULUS’,” tulis Titi DJ.

Postingannya tersebut tak lupa ia cantumkan nama akun Instagram Tulus.

Namun belum diketahui apakah Titi DJ menanggapinya hanya sebagai candaan belaka atau memang benar-benar ada niatan untuk buat lagu dengan judul tersebut. Banyak netizen menantikan lagu tersebut.

Kira-kira akan seperti apa ya liriknya?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini