Tak Kunjung Mulai Syuting, ‘Tomb Raider 2’ Diundur 2 Tahun Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penantian penonton film ‘Tomb Raider’ tampaknya akan semakin panjang. Pasalnya, sekuel film tersebut,Tomb Raider 2’ harus diundur jadwal penayangannya.

Dilansir dari The Gamer, Sabtu 31 Oktober 2020, sebelumnya rumah produksi MGM yang menggarap film itu, mengatakan film tentang pemburu harta karun ini akan dirilis pada 19 Maret 2021. Sayangnya, mengingat proses syuting tak kunjung dimulai, jadwal penanyangan sekuel mungkin baru akan tayang dua tahun lagi.

Alicia Vikander, pemeran Lara Croft di ‘Tomb Raider’ sebelumnya, berharap proses produksi film bisa segera dimulai. Namun, akibat pandemi yang tak kunjung usai, kemungkinan besar film ini masih akan dapat ditunda kembali waktu produksinya.

Selain sekuel, MGM juga harus menunda film biografi dari Aretha Franklin berjudul ‘Respects’. Dari awalnya memiliki jadwal rilis 13 Januari 2021 kini menjadi Agustus 2021.

Meski begitu, ada hal positif di balik penundaan sekuel film yang rilis pada 2018 ini. Amy Jump, selaku penulis naskah film, bisa menyempurnakannya kembali.

Film ‘Tomb Raider’ yang diperankan Alicia Vikander rilis pada tahun 2018. Sebelumnya, pemeran Lara Croft sukses diperankan bintang Hollywood, Angelina Jolie pada film ‘Lara Croft pada tahun 2001.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini