Sutradara Bocorkan Judul Sekuel ‘Aquaman’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Proses syuting memang belum berjalan. Tapi, sutradara James Wan membocorkan judul sekuel ‘Aquaman‘, yakni The Lost Kingdom.

Wan membocorkan judul sekuel ‘Aquaman’ di Instagram pribadinya. Dia mengunggah foto layar laptop miliknya dengan tulisan Aquaman And The Last Kingdom.

Sang sutradara memposting layar laptopnya saat sedang rapat produksi film. Tak ada banyak kata-kata yang ditulis Wan dalam postingannya itu. Dia hanya menulis ‘air pasang naik’.

Tidak banyak yang diketahui tentang sekuel film yang dibintangi Jason Momoa itu. Yang jelas, sekuel tersebut naskahnya ditulis Leslie Johnson-McGoldrick). Demikian dikutip dari Empire Online, Sabtu 12 Juni 2021.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by James Wan (@creepypuppet)

Jason Momoa kembali sebagai karakter utama, sementara Amber Heard, Patrick Wilson dan Yahya Abdul-Mateen II juga ambil bagian. Sedangkan Pilou Asbaek merupakan tokoh baru di sekuel ‘Aquaman’.

Syuting ‘Aquaman and The Lost Kingdom’ dijadwalkan akan dimulai bulan depan di Hawaii, sedangkan perilisannya dijadwalkan 16 Desember 2022.

‘Aquaman’ adalah salah satu film terlaris DC. Dirilis pada 2018, film ini meraup pendapatan lebih dari 1 miliar Dolar AS. Sebelumnya, film DC terlaris adalah ‘The Dark Knight Rises’ (1,08 miliar Dolar AS) dan ‘The Dark Knight’ (1,004 miliar Dolar AS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini