Susul Syahrini, Rans Entertainment Juga Buat Proyek Metaverse dengan Nama ‘Ransverse’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini, perusahaan rumah produksi milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini membuat proyek barunya di metaverse. Mereka mengumumkan bahwa Rans Entertainment telah memiliki metaverse terbaru mereka dengan nama ‘Ransverse’.

Kabar ini diketahui dari unggahan Instagram Raffinagita1717. Pengumuman itu mereka unggah pada 12 Februari 2022.

Proyek RansVerse ini masih dalam tahap pengembangan.

Dalam proyek ini, mereka akan bekerja sama dengan ShintaVR, VCGamers, UpBanx, dan Rans Animation. Mereka menyebutkan bahwa setiap plot tanah, kostum, karakter, dan elemen lainnya di RansVerse nantinya akan berbentuk NFT.

Namun, sampai saat ini mereka belum menentukan tanggal perilisannya.

Akan tetapi, Rans meminta para pengikutnya untuk menunggu info selanjutnya dari pengembangan proyek RansVerse ini ke depannya.

Selain Rans, ada Syahrini yang sudah lebih dulu bergabung di NFT. Baca selengkapnya di sini.

Kalian mau beli tanah deket rumah Raffi-Nagita di RansVerse?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini