Susan Sameh Akui Pernah ‘Dilecehkan’ Saat Syuting ‘Dear Nathan: Thank You Salma’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini salah satu aktris Tanah Air membuka suara terkait pengalamannya yang pernah ‘dilecehkan’ selama syuting. Aktris tersebut ialah Susan Sameh.

Hal ini ia ungkapkan melalui unggahan foto hanya warna ungu disertai caption panjang yang berisi pernyataannya. Ia mengaku sempat alami pelecehan seksual berupa catcalling atau siulan oleh kru produksi filmnya.

Susan berkata bahwa total kru yang memberikannya siulan ada sekitar enam atau tujuh pelaku. Ia mengaku tak bisa angkat bicara dan telah membebani perasaannya.

“Saat proses pembuatan film tersebut aku menjadi korban pelecehan berupa ‘catcalling’ di lokasi itu, sekitar 6 atau 7 orang pelaku, dan di saat itu aku gabisa berbicara dan itu cukup membebani perasaanku,” kata Susan.

Kejadiannya terjadi saat Susan tengah menjalani proses syuting untuk film ‘Dear Nathan: Thank You Salma’. Saat itu, ia Susan langsung melaporkan kejadian tersebut pada produser.

Aktris berusia 24 tahun ini merasa bersyukur karena tim produksi film langsung menindaklanjuti kasus tersebut. Susan berharap tidak akan ada lagi orang-orang yang mengalami pelecehan seksual dan mengajak korban pelecehan untuk berani bersuara.

“Semoga ini tidak terulang kembali ke siapapun ya! Dan aku mau berterimakasih buat kalian semua yang mensupport aku, aku baca semua comments dari kalian. Aku sekarang jadi jauh lebih percaya diri dan sekarang saatnya kita bantu balikin kepercayaan diri orang-orang yang belum berani untuk bersuara,” serunya.

Sedangkan menurut Komnas Perempuan, siulan atau catcalling pada seseorang memiliki maksud menggoda dengan unsur seksual. Ini merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual secara verbal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini