Suho EXO Selesai Wamil dan Tulis Surat untuk Penggemar: Ada Kejutan Menanti

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Kabar gembira untuk EXO-L. Leader dari EXO, Suho, baru saja menyelesaikan wajib militernya yang berakhir pada 13 Februari 2022 waktu setempat.

Mengutip dari Newsis, Suho membagikan surat yang ia tulis melalui akun Instagramnya pada 14 Februari 2022 usai kepulangannya dari wajib militernya. Ia menuliskan pesan manis untuk penggemarnya bahwa ia begitu merindukan EXO-L.

“Halo semuanya. Ini adalah leader EXO Suho, Kim Junmyeon. Mulai hari ini, 14 Februari 2022, aku akhirnya keluar (wamil)! Pertama, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukan EXO-L,” tulisnya dalam surat.

Ia mengaku sangat merindukan EXO-L dan semua member EXO selama satu tahun sembilan bulan menjalani kewajibannya itu. Ia bahkan bermimpi akan mengadakan konser dalam waktu dekat setelah ia keluar dari militer.

Suho berencana akan memberikan kejutan untuk para penggemarnya. Untuk saat ini hadiah untuk EXO-L masih dirahasiakan oleh Suho.

“Mulai saat ini, aku sedang mempersiapkan hadiah untuk EXO-L kami. Aku harap itu akan menjadi hadiah yang membuat kalian merasa layak menungguku,” tambahnya.

Sebelumnya, Suho memasuki Pusat Pelatihan Angkatan Darat di Nonsan, Chungcheongnam-do pada Mei 2020 lalu untuk menjalani wajib militer. Setelah menerima pelatihan dasar selama empat minggu, Suho melanjutkan dinasnya sebagai pekerja sosial.

Welcome back, Suho!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini